Blitar,Arahjatim.com – Guna mewujudkan masyarakat yang cerdas dengan peningkatan minat baca di kalangan warga Kota Blitar, Pemerintah Kota Blitar menggelar kafe literasi dengan fokus membicarakan literasi dengan tema “membangun literasi masyarakat Kota Blitar” di Kusuma Wicitro Jalan Sudanco Soepriyadi Kota Blitar Senin (30/9/2019).
Acara kafe Literasi tersebut, dibuka langsung oleh Plt Walikota Blitar Drs. Santoso, M.Pd. Acara tersebut dihadiri oleh OPD juga ASN di lingkup Kota Blitar, dan juga pihak Perpustakaan dan Museum Proklamator Bung Karno Kota Blitar.
Dalam sambutannya, Plt Walikota Blitar Drs Santoso mengatakan, Pemerintah Kota Blitar dengan prinsip APB pro rakyat telah sepakat menempatkan urusan pendidikan sebagai urusan prioritas. Dan komitmen itu sudah terbukti. Dalam tataran praktek, kebijakan itu perlu didukung dengan penguatan budaya membaca.
“Unesco pernah merilis data yang menunjukkan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001. Itu artinya dari seribu orang, hanya ada satu yang memiliki minat baca. Sementara itu hasil survey indeks minat baca masyarakat Kota Blitar diketahui bahwa kondisi membaca masyarakat kota blitar berada di angka 49. Semua data itu menunjukkan bahwa indeks minat baca dan tingkat literasi masyarakat Indonesia termasuk di Kota Blitar masih sangat rendah dan memprihatinkan. Bukan hanya anak-anak, tetapi orang dewasa pun masih rendah,” terang Santoso.
Santoso menambahkan, sebagian masyarakat kita lebih senang dengan budaya tutur dan budaya tongkrong daripada budaya baca. Masyarakat kita suka sekali mendengarkan ceramah, santapan rohani, atau orasi politik, dan sebagainya. Artinya, aktivitas membaca belum dianggap sebagai kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Membaca hanya dilakukan ketika ada waktu luang.
“Untuk itu sebagai upaya untuk menumbuhkan budaya literasi dan minat baca bagi masyarakat khususnya di Kota Blitar, untuk membangun budaya literasi memerlukan sinergi dari banyak pihak. Pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Karena minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga,” pungkas Santoso. (adv.hms)










