Plt Walikota Blitar Terima Penghargaan Sebagai Pembina Program Kampung Iklim Terbaik Tingkat Nasional

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49078239391_45a3bca95b_b.jpg
Plt. Walikota Blitar Drs. Santoso, M.Pd saat menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) terbaik tingkat nasional dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Minggu (17/11/2019). (Foto: arahjatim.com/hms/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Pemkot Blitar kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Kali ini penghargaan yang diterima Plt. Walikota Blitar Drs. Santoso, M.Pd berupa penghargaan sebagai Kepala Daerah Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) terbaik tingkat nasional.

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk Plt. Walikota Blitar diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Lahan Konservasi Universitas Brawijaya Forest, Desa Sumbersari Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Minggu (17/11/2019).

Plt Walikota Blitar meraih penghargaan terbaik tingkat nasional bersama dua kepala daerah yang lain, yaitu Walikota Malang dan Bupati Probolinggo. Penghargaan ini sekaligus melengkapi prestasi yang telah diraih bulan Oktober 2019 lalu. Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar tercatat sukses meraih penghargaan Proklim Utama.

Plt Walikota Blitar Santoso mengatakan, dengan ditetapkan sebagai kampung iklim tingkat utama, berarti Kelurahan Tanjungsari berada di tingkat yang tinggi di atas tingkat pratama dan madya. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia diterima Lurah Tanjungsari Noviana Rahayu di Jakarta beberapa hari yang lalu.

“Keberhasilan menerima penghargaan ini berkat kerja sama semua pihak, sehingga dirinya dinilai sebagai kepala daerah yang berhasil mendorong keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan dan mempertahankan adaptasi perubahan iklim. Pemerintah Kota Blitar juga selalu aktif mendorong masyarakat untuk melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, ini salah satu kuncinya,” terang Santoso.

Santoso menambahkan, salah satu alasan utama kenapa program kampung iklim ini harus digalakkan adalah agar generasi saat ini dan generasi mendatang dapat melihat bahkan merasakan secara langsung betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan.

“Mari kita semua peduli untuk ikut menjaga dan melestarikan sumber kekayaan alam ini agar tetap mampu dinikmati anak dan cucu kita kelak,” imbuhnya.

Program kampung iklim (proklim) adalah program dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.

Mantan Sekda ini menjelaskan, bahwa Proklim ini tidak boleh berhenti setelah menerima penghargaan seperti ini saja. akan tetapi, justru pada hari inilah kita secara konkret berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Blitar. Kita harus bekerja sama dengan semangat untuk melakukan perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“Dengan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang telah kita miliki selama ini, insya Allah program dan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkasnya.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya Pemerintah Kota Blitar juga menerima penghargaan terbaik Pengguna Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang dari Balai Bahasa Jawa Timur Kategori Lembaga Pemerintahan, Senin (11/11/2019) lalu. (adv.hms/mua)