Tidak Terima Jenazah Suami Diurus Seperti Pasien Covid, Susemi Adukan Rumah Sakit ke Anggota Dewan

oleh -
Susemi didampingi anggota dewan menunjukan surat dari rumah sakit. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Lantaran kecewa dan tidak terima sang suami ditangani sebagaimana pasien yang meninggal akibat Covid-19, Susemi (60), warga Desa Beru Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar mengadukan masalahnya ke anggota dewan.

Susemi mengadukan tindakan salah satu rumah sakit di Blitar yang menangani jenazah suaminya, Slamet Dijanto (70), sebagaimana layaknya pasien yang meninggal akibat Covid-19. Susemi merasa pihak rumah sakit mendesak dirinya agar menandatangani surat pernyataan persetujuan pengurusan jenazah suaminya secara protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Saya terpaksa menandatanginya. Saat itu saya merasa ditekan untuk segera menandatanganinya. Saya juga kecewa, katanya sudah diurus sesuai dengan syarat agama. Tapi saya tidak diberi bukti berupa foto maupun lainnya,” kata Susemi saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/02/21).

Baca juga:

Menurut Susemi, sebelum meninggal dunia, suamimya didiagnosis terkena stroke. Namun baru beberapa jam usai didiagnosis, Slamet meninggal dunia dan keluarga diminta menandatangani surat pernyataan persetujuan penanganan pasien Covid-19.

“Pihak rumah sakit juga janji mau swab anggota keluarga dan semprot rumah. Tapi sampai sekarang belum dilakukan,” tandasnya.

Sementara itu, Panoto, Anggota DPRD Kabupaten Blitar yang merasa prihatin dan bersimpati dengan keluarga korban, sangat menyayangkan tindakan rumah sakit yang terkesan memaksakan kehendak.

“Saya akan membantu keluarga korban, dengan melakukan komunikasi, baik dengan rumah sakit maupun dinas terkait,” pungkasnya.

Sementara pihak rumah sakit yang berusaha dikonfirmasi tidak memberikan pernyataan. Alasannya, dokter yang menangani sudah tidak berada di tempat alias sudah pulang. (mua)