Edi Palay – Pengusaha Kuliner Minang, Beralih ke Lesehan Sunda di Tengah Pandemi

oleh -
Edi Effendi Pengusaha Kuliner Minang yang beralih ke lesehan Sunda. foto: arahjatim.com/ladien

Kota Tangerang, ArahJatim.com – Covid-19 memang telah jadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Wabah yang disebarkan oleh Corona Virus Disease (Covid-19) telah menyebabkan banyak orang di belahan dunia termasuk di Indonesia kehilangan sanak saudara.

Namun siapa sangka, wabah Covid-19 yang menakutkan itu menyebabkan masyarakat jadi lebih terbuka menghadapi kehidupan. Tantangannya adalah kita tidak boleh terlalu takut tapi kita juga tidak boleh takabur menghadapi Covid-19. Bahkan kita dituntut untuk siap hidup berdampingan dengan wabah ini justru karena tantangan ke depan jauh lebih penting.

Berkahnya adalah munculnya berbagai inovasi di tengah masyarakat menghadapi tantangan ke depan tanpa harus memikirkan kapan Pandemi berakhir. Masyarakat jadi lebih terbiasa menghadapi pandemic, masyarakat juga jadi jauh lebih siap dan optimis menghadapi tantangan ke depan.

Bisnis menjadi pilihan masyarakat karena sector ini dinilai paling aman dari dampak pandemic Covid-19. Terutama bisnis kuliner yang hanya 30 persen, paling rendah disbanding sektor lanin yang mencapai 50 persen. Wajar apabila sektor kuliner ini banyak dipilih masyaratkan dalam membangun usaha.

        

Edi Effendi adalah salah seorang yang memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka usaha kuliner. Salah satu orang Minang dan biasa disapa Edi Palay itu membuka ‘Warung Lesehan Khas Sunda Edi Palay’.

“Kenapa saya buka Warung Lesehan Khas Sunda padahal saya orang Minang. Pertama karena saya hobi dan suka masakan Sunda. Kedua, karena tempat dan lingkungan sesuai dan pas untuk warung lesehan,” kata Edi Palay.

Bisnis adalah pilihan hati. Oleh karena itu usaha yang kita pilih harus benar-senar sesuai dengan hati dan pikiran kita sehingga pas dengan keinginan kita, tambah Edi.

Baca Juga :

Kami juga telah siapkan karyawan dan karyawati dari Sunda termasuk juru masaknya, sehingga khas Sundanya benar-benar muncul.

Yang terpenting adalah harganya standard, tidak terlalu mahal tapi juga tidak murahan. Harganya sesuai dan pas dengan kualitas rasanya. (ArahJatim.com/o5/ladien)