Sanksi Denda atau Kurungan Menunggu Pelanggar Protokol Kesehatan di Kabupaten Blitar

oleh -

Blitar, ArahJatim.com – Terhitung mulai hari ini warga Kabupaten Blitar yang tidak mematuhi protokol kesehatan akan dikenai sanksi denda atau kurungan penjara satu hari. Ini berlaku jika sampai terjaring operasi yustisi.

Operasi yustisi protokol kesehatan dilaksanakan oleh petugas gabungan dari Kepolisian Resort Blitar, Satpol PP dan TNI Blitar di beberapa titik, salah-satunya di Pasar Garum Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2020).

Mereka yang melanggar langsung dilakukan sidang di tempat, karena sudah dihadirkan Hakim dari Pengadilan Negeri Blitar dan Jaksa dari Kejaksaan Negeri Blitar.

“Mulai hari ini dilakukan penindakan berupa sanksi denda bagi pelanggar Prokes Covid-19. Jika tidak mau membayar denda, bisa diganti dengan kurungan penjara satu hari,” ujar Perintis Candra, Humas PN Blitar.

Dasar penindakan berupa sanksi denda atau kurungan penjara satu hari ini berdasarkan Perda Provinsi Jatim No 2 Tahun 2020 Jo Perda No 1 Tahun 2019, Pergub No 53 Tahun 2020 dan Perbup No 40 Tahun 2020.

“Sanksi denda yang dijatuhkan kepada pelanggar kalau membawa masker tapi tidak dipakai didenda Rp 10.000, sedangkan yang tidak membawa masker, Rp 20.000,” tambah Candra.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo melalui Wakapolres Blitar, Kompol Himawan mengatakan, sesuai Inpres No 6 Tahun 2020 bahwa TNI- Polri bersama pemkab dan pihak terkait wajib bekerja sama dalam menegakkan Prokes pencegahan Covid-19.

“Kemarin sudah diawali dengan sosialisasi Operasi Yustisi Prokes, mulai hari ini dilakukan penindakan dengan memberikan sanksi sesuai aturan yang ada,” kata Kompol Himawan. (mua)