
Blitar, Arahjatim.com – Ratusan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Blitar. Hingga hari ini tercatat sudah mencapai 200 kasus. Dari jumlah tersebut Dinas Kesehatan setempat mencatat tiga penderita meninggal dunia. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.
“Saat ini total ada 200 kasus DBD. Kemudian dari 200 kasus itu ada 3 penderita meninggal dunia,” ungkap Krisna Yekti, Selasa (29/1/2019).
Krisna menambahkan, jumlah 200 kasus itu menyebar hampir di semua kecamatan di Kabupaten Blitar. Namun untuk penderita yang meninggal berasal dari tiga kecamatan. Diantaranya Kecamatan Sanankulon, Kademangan, dan Talun. Dengan rentang usia penderita meninggal dunia antara anak-anak hingga dewasa.
Baca juga :
- Pentingnya Kebersihan Sejak Dini untuk Zero DBD
- Pemkab Blitar Soroti Kasus Tewasnya Balita Akibat Demam Berdarah
- Pemkab Blitar Akan Selidiki Kematian Balita Akibat DB
“Kasus penderita meninggal dunia yang pertama terjadi di Kecamatan Sanankulon usianya 28 tahun. Kemudian disusul dua penderita di Kademangan dan Talun usianya di bawah 15 tahun,” paparnya.
Menurut dia, jumlah kasus di tahun 2019 meningkat berkali-kali lipat dibandingkan waktu di tahun 2018. Karena faktor cuaca, jumlah ini masih mungkin bertambah. Berbagai upaya pun telah dilakukan Dinkes Kabupaten Blitar. Termasuk foging di wilayah yang terdapat kasus DBD sejak Desember 2018. Namun upaya foging ini tidak memberi efek maksimal karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Sedangkan jentiknya tetap berkembang biak.
“Kami tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan peduli terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya.(mua)












