Pemkab Blitar Akan Selidiki Kematian Balita Akibat DB

oleh -

Blitar, ArahJatim.com – Menyikapi kabar meninggalnya seorang balita akibat terserang demam berdarah (DB) di Desa Tingal Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, pihak Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan langsung bergerak cepat. Selain akan mengirimkan Tim ke rumah keluarga korban, Dinas Kesehatan juga akan menyelidiki kasus kematian akibat DB ini. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasi P2PM (Pencegahan, pengendalian penyakit menular) Eko Wahyudi.

“Kita akan mengirimkan tim untuk melaksanakan PE (Penyelidikan Epidemiologi). Tugasnya yakni mencari suspect/ terduga DBD lainnya, memberikan penyuluhan di sekitar rumah korban dan sekitarnya hingga radius 100 m, dan juga memberikan penyuluhan tentang DBD.” terang Eko Wahyudi.

Selain memberikan penyuluhan, Pihak Dinkes Kabupaten Blitar juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kita juga akan semakin giat melakukan gerakan juru pemantau jentik (Jumantik), dan jika memang diperlukan kita akan melakukan abatisasi.” tambah Eko.

Merujuk data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, pada tahun 2016 tercatat terjadi 308 kasus DB, dengan 7 orang korban meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2017 jumlahnya menurun menjadi 97 kasus DB , dengan 4 orang korban meninggal dunia.

Sementara jika dilihat dari lokasinya, wilayah-wilayah di Kabupaten Blitar yang rawan berjangkit penyakit demam berdarah (DB), di antaranya Kecamatan Srengat, Kecamatan Udanawu, Kecamatan Garum, Kecamatan Binangun dan Kecamatan Kesamben. (mua)