
Lumajang, ArahJatim.com – Gerombolan kera liar yang diduga berasal dari hutan meneror warga di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah, Lumajang. Dalam dua pekan terakhir telah terjadi penyerangan yang mengakibatkan empat balita terluka, Sabtu (12/01/2019).
Penyerangan kera liar itu terjadi sejak akhir tahun 2018 lalu, awalnya segerombolan kera liar yang diperkirakan lebih dari empat ekor masuk ke rumah warga dan menyerang dua balita, yakni Sadan dan Iqbal.
Baca juga:
- Nagoti, Bikin Rindu Kehidupan Desa.
- Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Jenguk Korban Serangan Kera
- Dispendukcapil Musnahkan e-KTP Rusak dan Invalid.
Ironisnya, meski sempat diusir warga namun aksi penyerangan kera kembali terjadi, sekitar lima hari lalu aksi penyerangan kera liar kembali terjadi. Salsabilla dan Arjuna balita di Dusun Jatian Desa Tegal Randu juga menjadi korban.
“Masyarakat resah dengan serangan kera ini, soalnya yang diserang itu rata-rata balita,” ungkap Adnan, salah satu warga saat ditanya ArahJatim.com.
Warga berharap pihak pemerintah melalui Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) bersama aparat segera menangkap komplotan kera liar itu.
“Kalau bisa ditangkap lah, biar gak menyerang lagi,” harapnya. (rokhmad)











