Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati Jenguk Korban Serangan Kera

oleh -
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama tim dokter dari RSUD dr. Haryoto Lumajang menjenguk keempat balita yang menjadi korban serangan kera liar, Minggu (13/1/2019). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama tim dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang langsung mendatangi rumah keempat balita yang menjadi korban serangan kera liar, Minggu (13/01/2019).

Wakil Bupati Indah Amperawati juga ingin memastikan perihal penolakan seorang korban serangan kera, yang ditolak rumah sakit.

“Akan menjadi introspeksi untuk perbaikan pelayanan medis di Lumajang, harusnya perawat atau dokter yang menerima kedatangan adik Salsabilla ini harus tetap melayani dan merawatnya. Kalaupun benar ada racun rabiesnya ya harus koordinasi dengan dinas kesehatan, bukan malah ditolak,” ungkap Indah Amperawati, saat ditanya sejumlah awak media di rumah korban.

Selain itu, ia bersama tim dokter juga memastikan jika luka bekas gigitan kera ini tidak ada kandungan racun rabiesnya.

“Yang pasti tidak ada racun rabiesnya, ya akan segera kita rawat mereka,” tambahnya.

Baca Juga :

Sebelumnya, dari keempat balita yang menjadi korban serangan kera liar, yakni Muhammad Iqbal, Sadan, Arjuna dan Salsabila. Satu diantaranya ditolak saat akan dirawat ke rumah sakit, yakni Salsabilla dengan alasan tak memiliki obat rabies. Padahal, dugaan terinfeksi racun rabies juga belum pasti saat itu.

“Setelah digigit itu kan sempat saya bawa ke puskesmas, katanya disuruh ke rumah sakit, di umum katanya gak ada obatnya, Wijaya, RSI dan Bayangkara juga sama mas, bilang gak ada obatnya ya terpaksa saya rawat sendiri di rumah,” ujar Desi ibunda Salsabilla saat ditanya ArahJatim.com.

Dari keempat balita yang menjadi korban, hanya Salsabilla yang saat ini masih membutuhkan perawatan medis.

Sementara itu, kepala desa setempat mengaku telah berhasil menangkap seekor kera liar yang diduga melakukan terror ini.

“Terpaksa kami tembak mas satu ekor, soalnya sudah sangat meresahkan warga,” ungkap Sadi, Kepala Desa Tegal Randu.

Meski diklaim hanya satu ekor ini yang menyerang warga, namun warga diimbau tetap waspada, karena saat kejadian pertama, warga mengaku ada empat ekor kera yang turun ke permukiman. (rokhmad)