Kontes Batu Akik “The Master Piece of Quose” di Lumajang

oleh -
Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati melihat salah satu batu akik pada kontes batu akik bertema “The Master Piece of Quoise” di Hotel Lumajang. (Jumat, 11/1/2019). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Sedikitnya 400 peserta dengan 1.000 lebih cincin batu akik dari berbagai kota di Indonesia mengikuti kontes batu akik bertema “The Master Piece of Quoise” di Hotel Lumajang, Jumat (11/1/2019) siang. Uniknya dari 6 jenis batu yang diperlombakan, batu akik bulu macan Lumajang menarik perhatian para dewan juri dan kolektor batu.

“Yang ikut kontes jenis batu bulu macan Lumajang, pirus persia, pirus xianjiang, batu gambar, zipen dan batu yaman, dengan indikator penilaian dari motif, kebersihan batu dan kualitas bahannya mas,” ungkap Anang, panitia saat ditanya ArahJatim.com.

Batu akik bulu macan Lumajang cukup menarik perhatian karena memiliki ciri khas yang unik dan indah, dengan motif tiga dimensinya. Tak heran, jika bulu macan berulang kali memenangkan kontes serupa, hingga bernilai ratusan juta rupiah per cincin.

“Sebenarnya bulu macan ini kan disebut kumis kucing oleh warga sekitar, namun setelah diteliti terdapat kandungan kaca alam murni sehingga batu bulu macan ini memiliki daya tarik sendiri dibanding batu mulia lain”,  papar Gery Alviano, salah satu peserta kontes yang mewakili bulu macan Lumajang.

Baca juga :

Potensi alam ini pun disambut baik oleh Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Pihaknya berjanji akan segera membentuk tim untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah lokasi yang dimungkinkan masih ada kandungan batu bulu macan.

“Jujur saja saya bangga, karena bulu macan menjadi salah satu peserta di kontes ini, yang pasti dalam waktu dekat akan segera saya lakukan penelitian terhadap lokasi yang dimungkinkan masih ada kandungan batu bulu macan ini, karena batu kita ini merupakan satu-satunya di Indonesia, bahkan di dunia,” jelas Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang.

Selain keindahan motifnya, warna dan kebersihan batu, kandungan mulia juga menjadi salah satu indikator yang menentukan pemenang dalam kontes kali ini. Peserta yang menang akan mendapatkan hadiah tropi dan uang pembinaan dari panitia Pirus Indonesia selaku penyelenggara kontes. (Rokhmad)