Pastikan Jalur Madiun–Walikukun Aman, Bos KAI Daop 7 Turun Gunung Cek Rel Pakai Lori

oleh -
oleh

Madiun, ArahJatim.com – Keselamatan perjalanan kereta api bukan cuma soal mesin yang tangguh, tapi juga tentang memastikan setiap jengkal rel yang dilalui dalam kondisi prima. Berkomitmen menjaga hal tersebut, jajaran manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun “turun gunung” melakukan inspeksi mendalam menyusuri jalur rel, Senin (6/7).

​Uniknya, pemeriksaan kali ini tidak menggunakan kereta inspeksi biasa, melainkan memanfaatkan lori dresin—kendaraan taktis rel yang memungkinkan manajemen melihat kondisi jalur secara lebih dekat dan detail.

​Kegiatan yang memakan waktu seharian ini dipimpin langsung oleh Vice President (VP) Daop 7 Madiun, Ali Afandi. Ditemani jajaran manajer mulai dari bagian Operasi, Sintel, Jalan dan Jembatan (JJ), hingga Humas, rombongan menyisir lintas Madiun hingga Walikukun demi memastikan kenyamanan penumpang terjaga.

pasang iklan_rev3

​Bukan Sekadar Rutinitas Belaka

​Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar formalitas atau rutinitas di atas kertas. Ini adalah langkah preventif yang krusial di tengah padatnya mobilitas masyarakat yang menggantungkan perjalanannya pada kereta api.

​”Inspeksi lintas dengan lori dresin ini merupakan komitmen penuh KAI Daop 7 Madiun untuk memastikan bahwa aspek keselamatan dan keamanan selalu berada di prioritas tertinggi. Kami ingin memastikan setiap jengkal jalur dan fasilitas pendukungnya dalam kondisi prima untuk melayani pelanggan,” ujar Tohari.

​Sebelum menyisir rel, seluruh tim terlebih dahulu berkumpul untuk mengikuti safety briefing dan doa bersama. Dalam arahannya, VP Daop 7 Madiun Ali Afandi mengingatkan pasukannya bahwa sekecil apa pun temuan di lapangan, bisa berdampak besar bagi keselamatan publik.

​Menyisir Wesel hingga Jembatan di Lintas Madiun–Walikukun

​Sepanjang perjalanan di atas lori dresin, pandangan mata tim manajemen tertuju pada setiap detail prasarana. Ada beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama dalam mitigasi risiko kali ini:

  • Kondisi Rel dan Wesel: Memastikan komponen pemindah jalur (wesel) dan rel baja tetap kokoh menopang beban kereta.
  • Jembatan dan Emplasemen: Mengecek kekuatan struktural jembatan yang dilalui serta kerapian area stasiun.
  • Sistem Persinyalan (Sintel): Memastikan akurasi perangkat sinyal dan telekomunikasi agar komunikasi antar-stasiun berjalan tanpa kendala.

​Jika ditemukan adanya potensi penurunan fungsi prasarana, tim Quality Control (QC) dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) yang ikut dalam rombongan bisa langsung mencatat dan merencanakan perbaikan hari itu juga.

​Mitigasi Dini Demi Senyum Penumpang

​Melalui inspeksi langsung seperti ini, KAI Daop 7 Madiun mencoba bergerak lebih cepat dari potensi kendala. Evaluasi di lapangan membuat manajemen bisa mengambil keputusan taktis secara instan, tanpa harus menunggu laporan birokrasi yang panjang.

​Dengan pengawasan yang ketat dan konsisten, KAI Daop 7 Madiun optimistis dapat terus menghadirkan layanan transportasi massal yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.