Strategi Mas Dhito Amankan Sektor Pertanian Kediri Hadapi Musim Kemarau

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Menghadapi ancaman musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produktivitas pangan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bergerak cepat. Pria yang akrab disapa Mas Dhito ini menginstruksikan berbagai langkah strategis untuk memastikan lahan pertanian di Kabupaten Kediri tetap teraliri air dan petani bisa berproduksi dengan tenang.

​Sektor pertanian memang bukan sekadar mata pencaharian warga, melainkan pilar utama program prioritas Mas Dhito dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah kini tengah bersinergi lintas instansi, mulai dari Pertamina hingga PLN. Sinergi ini difokuskan pada dua hal krusial: jaminan solar subsidi dan pasokan listrik untuk area persawahan.

pasang iklan_rev3

​Urus Barcode Solar Subsidi Kini Cukup Lewat PPL, Sehari Langsung Jadi

​Salah satu kabar baik bagi para petani adalah dipangkasnya birokrasi pengurusan surat rekomendasi untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Jika sebelumnya petani harus datang langsung ke kantor Dispertabun untuk mendapatkan barcode pembelian, kini jalurnya dibuat jauh lebih ringkas.

​Petani cukup melaporkan kebutuhan mereka kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah masing-masing. PPL inilah yang akan mengawal dan membantu mengurus rekomendasi ke dinas terkait.

​“Rekomendasi dari kami hari itu juga akan dikirim ke PPL untuk dicetak dan diserahkan ke petani. Jadi hanya butuh waktu sehari, mereka sudah bisa memegang barcode solar bersubsidi,” ujar Sukadi usai menghadiri agenda penyaluran bantuan beberapa waktu lalu.

​Meski prosesnya dipermudah, Sukadi menegaskan bahwa pengawasan di lapangan tetap diperketat. Langkah ini diambil agar pemanfaatan solar subsidi benar-benar tepat sasaran, yakni khusus untuk menyalakan diesel pompa air serta operasional Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) lainnya.

​Targetkan 380 Titik Sumur Submersible Melalui Program “Listrik Masuk Sawah”

​Selain mengandalkan pompa diesel, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menggenjot program jangka panjang lewat elektrifikasi pertanian. Di tahun 2026 ini, Pemkab Kediri menargetkan pembangunan sumur submersible di sekitar 380 titik kelompok tani yang tersebar di wilayah Kediri.

​Proyek ambisius yang didanai secara kolaboratif melalui anggaran pemerintah pusat dan daerah ini membutuhkan pasokan daya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, koordinasi intensif terus dijalin dengan PLN UP3 Kediri maupun Mojokerto.

​“Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PLN agar kebutuhan listrik untuk program sumur submersible petani ini diprioritaskan,” tambah Sukadi.

​Guyuran Bantuan Benih dan Janji Mas Dhito Soal Alsintan Baru

​Upaya menekan biaya produksi petani tidak berhenti pada urusan pengairan semata. Pada akhir Juni 2026 lalu, Mas Dhito secara simbolis menyalurkan bantuan benih jagung gratis sebanyak 200 ton. Bantuan ini diproyeksikan mampu mencakup luasan lahan hingga 13.300 hektare di Kabupaten Kediri.

​Di hadapan para kelompok tani, Mas Dhito menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nasib petani dari hulu ke hilir. Ia membocorkan bahwa dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan kembali menggelontorkan bantuan armada Alsintan baru untuk mempermudah pengolahan lahan.

​”Kita tidak berhenti di sini. Setelah bantuan benih ini, kami masih memiliki program bantuan Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian). Jumlahnya nanti seperti apa, ditunggu saja kejutan berikutnya,” pungkas Mas Dhito optimistis.

No More Posts Available.

No more pages to load.