Banyuwangi, ArahJatim.com – Tiga dari empat pelajar SMP hanyut terseret ombak Pantai Trianggulasi, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Minggu (8/12/2019) sore. Ketiga bocah tersebut menjadi korban keganasan laut selatan saat mandi dan mencari kerang dibibir pantai.
Dalam video amatir yang beredar, tampak satu korban bernama Reza berhasil diselamatkan oleh warga yang sedang memancing. Bocah warga Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldelimo tersebut tampak kebingungan setelah mengetahui ketiga rekannya hilang tergulung ombak laut selatan Alas Purwo.

Pengakuan korban kepada warga, hilangnya ketiga rekannya berawal saat mereka bermain dan mandi di laut untuk membersihkan diri setelah sebelumnya bersama-sama mencari kerang di bibir pantai. Di tengah canda gurau bermain air, tiba-tiba saja gelombang tinggi menghantamnya dan menyeret tubuh mereka ke tengah laut.
Baca Juga :
- Badan Pemusyawaratan Desa Menjadi Ujung Tombak Geliat Ekonomi Desa
- Ombak Tinggi Rusak Puluhan Warung Di Pantai Dampar Lumajang
- Serunya Berkompetisi Sepeda Di Pantai Pulau Merah Banyuwangi
Korban atas nama Reza berhasil selamat setelah ditolong warga sekitar yang sedang memancing. Sedangkan tiga korban lain bernama Desta, Sulton dan Redi yang merupakan pelajar di SMPN 2 Tegaldlimo tidak bisa tertolong lantaran tubuhnya langsung hilang terggulung ombak tinggi.
Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan dibantu nelayan dan warga langsung berusaha mencari ketiga korban dengan menyisir sepanjang bibir pantai di lokasi kejadian. Sementara Reza, korban yang berhasil selamat langsung diantar pulang ke rumahnya oleh warga dengan menggunakan sepeda motor.
“Sampai malam ini (Minggu malam) tiga korban yang hanyut masih dinyatakan hilang. Sementara korban selamat sudah dibawa pulang kondisinya alhamdulilah sehat,” jelas Supri, Kepala Desa Kalipait, Kec. Tegaldelimo.
Sementara itu hingga Minggu malam, pencarian ketiga korban masih dilakukan oleh petugas TNI/Polri, Basarnas, BPBD dan petugas TNAP menyisir sepanjang pantai di Alas Purwo. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat pencarian korban ke tengah laut dengan penggunakan kapal terpaksa dihentikan.
“Sementara kita lakukan penyisiran dulu di sepanjang pantai sampai malam hari. Kita masih mengatur strategi untuk pencarian selanjutnya. Insya Allah kalau cuaca mendukung, pencarian kembali dilakukan dengan menggunakan kapal ke tengah laut Senin pagi,. Karena malam ini gelombang laut tinggi dan anginya sangat kencang ” kata Rizki Putra Buana, Komandan Pos Basarnas Banyuwangi. (ful)











