Sekda Kota Blitar Berangkatkan Parade Santri Cinta Damai

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48923333887_a7607dc501_b.jpg
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Rudy Wijonarko melepas keberangkatan Parade Santri Cinta Damai yang diikuti sekitar 4.600 lebih peserta dari depan Balai Kota Blitar, Sabtu (19/10/2019). (Foto: arahjatim.com/hms.mua)

Blitar, ArahJatim.com – Ribuan santri, pelajar hingga anak-anak mengikuti Parade Santri Cinta Damai, Sabtu (19/10/2019) di depan Balai Kota Blitar, dan dibuka sekaligus diberangkatkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar Rudy Wijonarko.

Parade tersebut untuk menyongsong Hari Santri yang akan jatuh pada 22 Oktober. Ada sekitar 4.600 lebih peserta yang ikut parade. Mereka terdiri dari para santri, pelajar, hingga anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Blitar.

Diberangkatkan dari depan Kantor Wali Kota Blitar pukul 08.00, parade juga dihadiri Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar Solekan dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Blitar.

“Parade tahun ini lebih meriah. Pesertanya lebih banyak. Antusiasmenya tinggi,” ungkap Sekda Kota Blitar Rudy Wijonarko.

Rudy mengatakan, Hari Santri merupakan momen penting untuk mengenang jasa-jasa para santri terdahulu. Santri juga turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Selain itu, santri juga berperan dalam dunia pendidikan. Menciptakan kedamaian di Indonesia,” tambah Rudi.

Baca juga:

Menurutnya, santri selama ini juga berperan dalam pengembangan dunia pendidikan. Santri turut andil dalam memajukan bangsa Indonesia khususnya Kota Blitar.

“Mudah-mudahan pesantren di Kota Blitar semakin maju. Santri bisa menjadi pelopor dalam pembangunan daerah,” harapnya.

Parade santri kali ini mengangkat tema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian. Santri Unggul, Indonesia Makmur”.

Kepala Kemenag Kota Blitar Solekan mengungkapkan, parade santri juga sebagai momen yang tepat memperkokoh ukhuwah islamiyah untuk seluruh umat Islam Kota Blitar. Lalu, juga untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Parade tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme. Karena santri juga harus ikut menjaga sekaligus mempertahankan NKRI dari pengaruh-pangaruh negatif dari luar,” ujar Solekan. (adv.hms.mua)