Jalur KA Bagor-Saradan Kembali Dibuka Pasca-Kecelakaan Truk, KAI Berikan Service Recovery

oleh -
oleh

NGANJUK, ArahJatim.com — Jalur kereta api petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, akhirnya kembali bisa dilewati setelah sempat lumpuh akibat insiden kecelakaan di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428 pada Kamis (9/7) siang.

​Berkat kerja keras tim lapangan yang bergerak cepat, jalur hulu dan hilir resmi dibuka kembali pada pukul 16.30 WIB. Demi memastikan keamanan, kereta yang melintas saat ini diatur dengan kecepatan terbatas, yakni 5 km/jam.

​Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memulihkan jalur tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

pasang iklan_rev3

​”KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal,” ujar Tohari.

​Daftar Kereta Api yang Mengalami Keterlambatan

​Meski jalur sudah dibuka, efek domino dari insiden pada pukul 14.34 WIB tersebut membuat jadwal keberangkatan sejumlah kereta api (KA) mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

​Bagi Anda yang sedang menunggu atau berada di dalam perjalanan, berikut adalah daftar kereta api yang terdampak:

  • KA 154 Ranggajati: Mengalami keterlambatan hingga 131 menit.
  • KA 6 Argo Semeru: Berangkat kembali dari Saradan pukul 16.36 WIB (terlambat 99 menit).
  • KA 10 Argo Wilis: Berangkat kembali dari Caruban pukul 16.37 WIB (terlambat 58 menit).
  • KA 247 Logawa: Diperkirakan baru bisa berangkat dari Stasiun Bagor pukul 17.45 WIB (estimasi keterlambatan 192 menit).
  • KA 151 Brantas: Berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.28 WIB (terlambat 92 menit).
  • KA 251B Jayakarta: Berangkat kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.41 WIB (terlambat 79 menit).

​Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kenyamanan penumpang, PT KAI memastikan akan membagikan service recovery (kompensasi pelayanan) kepada seluruh pelanggan yang terdampak keterlambatan ini sesuai dengan regulasi yang berlaku.

​Duka Mendalam untuk Korban Kecelakaan

​Di balik upaya percepatan normalisasi jalur, terselip duka yang mendalam. Kecelakaan ini dilaporkan memakan korban jiwa dari pengguna jalan raya.

​Atas nama manajemen KAI Daop 7 Madiun, Tohari menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

​”KAI Daop 7 Madiun turut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya sopir truk, dan kami juga turut prihatin terhadap pengguna jalan raya yang saat ini mengalami luka-luka dan sedang dalam penanganan pihak rumah sakit terdekat,” ungkapnya dengan penuh empati.

​Pihak KAI juga meminta maaf secara terbuka kepada seluruh pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan perjalanan pada hari ini.

​Saling Menjaga di Perlintasan Sebidang

​Kecelakaan di perlintasan sebidang sering kali meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak pihak. Oleh karena itu, KAI kembali mengetuk kesadaran masyarakat dan para pengguna jalan raya untuk lebih disiplin saat berkendara.

​Aturan melintas di perlintasan sebidang sebenarnya sederhana namun fatal jika diabaikan: Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada kereta yang mendekat, baru melintas. Ingat, kereta api selalu memiliki hak utama untuk didahulukan.

​”Kedisiplinan pengguna jalan adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. Mari kita saling menjaga agar semua bisa selamat sampai di rumah,” tutup Tohari.

No More Posts Available.

No more pages to load.