Banyuwangi, ArahJatim.com – Kemampuan membuat robot ternyata tidak hanya dimiliki para pelajar yang menimba ilmu di sekolah kejuruhan saja. Namun para santri setingkat SMP Pondok Pesantren Internasional Sains dan Teknologi (INSAT) Muhammadiyah di Banyuwangi, mampu menciptakan robot pemadam kebakaran (damkar).
Layaknya mobil kebakaran, robot damkar ala santri ini juga dilengkapi tandon air, dan selang penyemprot air. Bedanya, dalam menyemprotkan air tidak perlu bantuan manusia untuk mengangkat selang secara manual agar bisa mengarah ke titik api.
Cukup menekan tombol navigasi pada remote control, selang penyemprot bisa mengarah ke arah yang diinginkan. Air yang ada di dalam tandon pun juga otomatis bisa keluar melalui pucuk selang untuk memadamkan api.
Robot ini juga dilengkapi sebuah pencapit yang bisa digunakan untuk memindahkan berbagai barang. Seperti mengangkat sisa-sisa kebakaran untuk kemudian dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Komponen robot pemadam kebakaran ala santri ini tidaklah rumit. Robot dilengkapi dengan sebuah baterai dan beberapa dinamo untuk menggerakan roda maupun tuas selang dan pencapit pada robot.
Robot damkar ini juga dilengkapi dengan sebuah water pump mini yang digunakan untuk memompa air dari tandon menuju selang.
Untuk membuatan satu unit robot pemadam kebakaran, mulai dari mendesain bentuk, mencari alat, proses perakitan hingga menjadi robot siap pakai, para santri membutuhkan waktu dua bulan lamanya. Hingga saat ini sudah ada empat robot yang dihasilkan oleh para santri. Uniknya robot tersebut terbuat dari barang-barang bekas.
”Kita berkelompok mengerjakannya. Awalnya kita desain dulu di laptop, setelah itu kita list apa saja barang yang dibutuhkan baru kita rakit. Robot kami ini menggunakan tenaga baterai dan empat dinamo kecil. Semua bahan yang dipakai [adalah] barang bekas,” kata Bima Hatta, santri pencipta robot damkar.
Dalam waktu dekat, robot pemadam kebakaran ciptaan santri Ponpes INSAT Muhammadiyah Banyuwangi akan diikutsertakan dalam beberapa road show dan pameran robot bergengsi di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan ITS Surabaya. Dalam road show dan pameran itu, mereka akan bersaing dengan robot-robot dari berbagai daerah hingga mancanegara.

”Ini membuktikan bahwa menjadi santri tidak melulu belajar mengaji saja. Di pesantren mereka juga bisa mengekspresikan kemampuan seperti membuat robot. Sekarang juga zamannya games, anak-anak banyak yang gila games. Nah, daripada hanya main games melulu lebih baik kita manfaatkan teknologi yang mudah kita akses ini dengan membuat karya yang lebih berguna,” kata Ajuslan Kerubun , Direktur Ponpes INSAT Muhammadiyah Banyuwangi.
Road show robot pemadam kebakaran ala santri di SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi tersebut benar-benar membuat takjub siswa yang melihat, dan membuat mereka kepincut untuk belajar membuat robot.
”Jadi pengen bisa buat robot. Kalau disuruh milih game atau buat robot saya milih bikin robot saja,” ujar Zidane, siswa kelas 6 SD.
Diharapkan robot ciptaan para santri mampu menginspirasi para santri dan pelajar lain untuk bisa berkreasi membuat robot yang lebih bermanfaat. Selain itu, robot tersebut bisa membantu peran petugas damkar saat memadamkan api di pusat kebakaran. (ful)










