Menghidupkan Kembali Semangat Tabrani: Pamekasan Gemilang sebagai Tuan Rumah Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Provinsi Jawa Timur

oleh
oleh
Oplus_131072

Pamekasan, Arahjatim.com — Kabupaten Pamekasan berdenyut dalam gelora kebangsaan yang luar biasa. Menjadi pusat perhatian se-Jawa Timur, bumi Gerbang Salam sukses menakhodai Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Provinsi Jawa Timur yang dihelat di Lapangan Bakorwil Pamekasan, Selasa (28/10/2026).

​Namun, lebih dari sekadar perhelatan akbar, momentum ini terasa sangat magis dan emosional. Pamekasan seolah ditarik kembali ke dalam pusat pusaran sejarah nasional, mengangkat dengan bangga nama putra daerah terbaiknya: Mohammad Tabrani, sang penggagas dan pejuang gigih Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

​Upacara berlangsung megah dan sarat akan nilai-nilai nasionalisme. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Nuansa kedisiplinan dan jiwa muda terpancar nyata tatkala Resimen Mahasiswa (Menwa) Unitomo Surabaya mengambil peran sebagai pemimpin upacara, yang kemudian disusul oleh pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda yang lantang dipimpin oleh Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto.

pasang iklan_rev3

​Dalam amanat penuh inspirasinya, Gubernur Khofifah memberikan catatan penting mengenai fase krusial kehidupan generasi muda. Ia menegaskan bahwa usia pencarian jati diri harus dikawal dengan ekosistem positif agar mereka siap mengantarkan bangsa menuju gerbang Indonesia Emas.

​“Yang namanya pemuda sebelum usia 25, itu masih dalam rangka mencari jati diri. Kalau sudah 30, 40, 50, sudah ketahuan jati dirinya. Nah, dalam rangka pencarian jati diri itu kita harus memberikan dorongan-dorongan yang positif sehingga remaja kita, pemuda kita akan siap menghadapi era Indonesia Emas,” ujar Khofifah di hadapan ribuan peserta upacara.

​Pemilihan Pamekasan sebagai tuan rumah tingkat provinsi bukanlah sebuah kebetulan geografis semata, melainkan sebuah bentuk penghormatan historis yang mendalam. Khofifah secara khusus menyoroti bahwa Pamekasan adalah tanah kelahiran Mohammad Tabrani — sosok visioner yang memelopori lahirnya Bahasa Indonesia jauh sebelum ikrar kebangsaan dikumandangkan pada 1928.

​Tidak hanya Tabrani, Khofifah juga mengenang kontribusi besar tokoh asal Tuban, Sugondo Joyopuspito, yang memimpin Kongres Pemuda II. Deretan nama besar ini membuktikan bahwa pemuda Jawa Timur memiliki andil historis yang monumental dalam merajut benang-benang persatuan dari Sabang sampai Merauke, melintasi sekat suku, bahasa, dan budaya.

​“Betapa peran pemuda Jawa Timur di dalam pembentukan persatuan, kesatuan, dan upaya untuk bisa membangun kesamaan langkah antar pemuda dari berbagai daerah, berbagai bahasa, berbagai budaya, pemuda Jawa Timur punya peran yang luar biasa,” imbuhnya penuh bangga.

​Menanggapi momentum emas ini, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk memastikan api semangat Mohammad Tabrani tidak pernah padam di tanah kelahirannya sendiri. Pemkab Pamekasan telah menyiapkan peta jalan strategis guna mengintegrasikan nilai-nilai kepahlawanan Tabrani ke dalam sektor pendidikan, salah satunya melalui konsep pembelajaran yang ramah dan dekat dengan alam bagi siswa dari tingkat SD hingga SMA.

​Sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap warisan sejarah, Pemkab Pamekasan juga tengah mematangkan rencana besar:

  • ​Rehabilitasi Museum Mandilaras: Berlokasi di Desa Artodung, Kecamatan Galis, museum ini menyimpan rekam jejak dan peninggalan bersejarah Mohammad Tabrani (saat ini rencana tersebut masih dalam tahap penantian persetujuan pemerintah pusat).
  • ​Penataan Makam Ronggo Sukowati: Kawasan situs bersejarah ini diproyeksikan untuk dibenahi secara komprehensif, dengan target pengerjaan dimulai pada tahun 2027.
  • ​Pelestarian Bahasa Ibu: Sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas lokal yang selaras dengan semangat persatuan, Pemkab Pamekasan tengah mempertimbangkan kebijakan penggunaan Bahasa Madura selama satu hari dalam sepekan di lingkungan pendidikan, tanpa mengurangi esensi Bhinneka Tunggal Ika.
Oplus_131072

​Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Pamekasan telah menorehkan babak baru. Ia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah refleksi agung bahwa dari Pamekasan, gagasan tentang “Persatuan Indonesia” melalui bahasa telah disuarakan ke pentas nasional oleh seorang Mohammad Tabrani.

​Kini, estafet perjuangan itu berada di tangan generasi muda hari ini. Dengan fondasi sejarah yang kuat, Pamekasan siap melangkah mantap mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa di masa depan.(Ndra).

No More Posts Available.

No more pages to load.