Kemenangan Gemilang di Pamekasan Ethno Vaganza 2026: Desainer Muda Lutfi Bimantara Taklukkan Panggung Jawa Timur dengan Mahakarya “Panembahan Kiyai Muko Api Tak Kunjung Padam”

oleh
oleh

​PAMEKASAN, Arahjatim.com — Panggung mode dan seni Kabupaten Pamekasan kembali bergemuruh oleh prestasi membanggakan. Di tengah kemeriahan ajang Pamekasan Ethno Vaganza (PEV) 2026 se-Jawa Timur, seorang desainer muda berbakat asal Bumi Gerbang Salam, Lutfi Bimantara, berhasil memukau para dewan juri dan ribuan pasang mata yang memadati kawasan Monumen Arek Lancor.

​Pemilik Padepokan 9 Wali yang bermarkas di Dusun Parseh, Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, ini sukses menyabet Juara 1 berkat busana carnival terbarunya yang sarat akan makna filosofis dan estetika tinggi, bertajuk “Panembahan Kiyai Muko Api Tak Kunjung Padam”.

​Ajang Pamekasan Ethno Vaganza (PEV) 2026 yang dihelat atas kolaborasi Asosiasi Perias Pamekasan (APP) bersama KORMI pada Sabtu malam (24/10) tersebut, menyuguhkan persaingan kreatif yang sangat ketat. Diikuti oleh desainer-desainer muda berbakat dari berbagai penjuru Jawa Timur, panggung catwalk sepanjang 500 meter menjadi arena unjuk gigi karya busana etnik kontemporer yang spektakuler.

pasang iklan_rev3

​Di sinilah Lutfi turun tangan langsung memamerkan kreasinya. Tanpa disangka, detail megah, garis desain yang elegan, serta kekuatan narasi budaya yang diusung oleh kostum “Panembahan Kiyai Muko Api Tak Kunjung Padam” berhasil mencuri perhatian mutlak dari para juri.

​Bagi Lutfi, malam kemenangan tersebut bukan sekadar trofi penghargaan biasa, melainkan sebuah momen emosional yang terukir manis dalam perjalanan hidupnya. Dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di kediamannya pada Selasa (27/10), ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

​“Syukur Alhamdulillah, saya bisa menjadi juara 1 Pamekasan Ethno Vaganza 2026 se-Jawa Timur. Jujur, saya sangat kaget sekali mengingat persaingan kostum carnival sangat berkelas karena hadirnya desainer-desainer muda hebat di Jawa Timur,” ujar Lutfi.

​Lebih dari itu, kesuksesan ini terasa sangat magis karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. “Ini adalah kado terindah dan terspesial dari Allah SWT, karena saya bisa menjuarai PEV 2026 ini yang sekaligus bertepatan dengan hari ulang tahun saya,” tegasnya penuh haru.

​Di balik gemerlap kemenangan tersebut, Lutfi tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada orang-orang terdekat yang selalu mendampingi proses kreatifnya.

​“Ini adalah hasil dari perjuangan dan jerih payah saya selama ini yang akhirnya terbayar sudah. Terima kasih kepada semua pihak, keluarga, dan teman-teman, kemenangan ini untuk kalian semuanya,” ungkapnya.

​Sebagai penutup, desainer muda berdedikasi ini menaruh harapan besar bagi masa depan industri kreatif di daerahnya. Ia mendorong agar para perupa dan pelaku seni lokal terus berinovasi, demi mengangkat nama Pamekasan di kancah nasional hingga internasional.

​“Besar harapan saya di ajang-ajang berikutnya, semua desainer serta pelaku seni bisa menampilkan kreasi dan desain terbaiknya dalam kompetisi. Agar Pamekasan bisa semakin dikenal melalui karya-karya terbaiknya, sekaligus memberikan hiburan yang memukau bagi masyarakat luas, baik lokal maupun go international,” pungkasnya.(Ndra).

No More Posts Available.

No more pages to load.