Pulang dari Kontes Robotik Asean, 12 Santri Asal Blitar Discreening

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49519558913_70095f410b_b.jpg
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan (screening) kesehatan terhadap santri yang baru pulang dari kontes robotik se-Asean, di Johor Malaysia. (Foto: arahjatim.com/hms.mua)

Blitar, ArahJatim.com – RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar melakukan pemeriksaan (screening) kesehatan terhadap 12 santri asal Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2, Desa Sumber Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar. Ke-12 santri tersebut menjalani pemeriksaan sepulang mengikuti lomba robotik se-Asean, 9th World Robotic For Peace, yang digelar International Robotic Training and Competition (IRTC) pada 7-8 Februari 2020 di Johor Malaysia.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. Endah Woro Utami mengatakan, bahwa 12 santri tersebut baru pulang dari Malaysia, setibanya di Bandara Juanda sudah discreening suhu dan lolos. Karena mereka beberapa hari tinggal di Singapura dan Malaysia, salah satu negara dari 28 negara yang terjangkit virus corona.

“Ada riwayat kontak, maka posedurnya dilakukan screening tahap 2 sebelum masuk Kabupaten Blitar,” tutur dr. Woro, Selasa (11/2/2020).

Pemeriksaan 12 santri ini dilakukan mulai sekitar jam 08.00 WIB ini, meliputi tes suhu tubuh, tekanan darah dan screening. Dilakukan di aula RSUD Ngudi Waluyo, oleh 2 petugas medis.

Dijelaskanya, pemeriksaan ini sesuai prosedur, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda terjadinya infeksi.

“Kalau tidak ada, tetap dilakukan upaya proteksi yaitu isolasi di keluarganya masing-masing,” jelasnya.

Baca juga:

Untuk kedua belas santri akan dilakukan karantina di rumahnya masing-masing. Mereka akan dikarantina selama 14 hari. Selain itu mereka juga harus memakai masker dan rajin cuci tangan diajarkan ke masing-masing anak dan keluarganya.

“Selama masa inkubasi 14 hari, untuk mengetahui benar-benar tidak ada infeksi virus tersebut,” papar dr. Woro.

Ditambahkan dr. Woro hasil dari screening tersebut, seluruhnya dinyatakan sehat dan tidak ada tanda atau gejala terinfeksi virus corona imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar Krisna Yekti menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kedua belas santri asal Ponpes Mambaus Sholihin.

“Kita akan terus pantau kesehatan mereka, untuk memastikan kesehatan mereka dan juga keluarganya. Jika ada keluhan langsung kita bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” papar Krisna Yekti yang ikut mendampingi para santri saat diperiksa.

Seperti diberitakan, Ponpes Mambaus Sholihin memberangkatkan 12 santri atau siswa kelas VII dan VIII untuk mengikuti lomba robotik se-Asean, 9th World Robotic for Peace yang digelar International Robotic Training and Competion (IRTC) pada 7-8 Februari 2020 di Johor Malaysia. (adv.mua)