Harga Bawang Putih Kian Melonjak, Ternyata Ini Penyebabnya

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49518872268_34cc20e38a_b.jpg
Di pasar tradisional Banyuwangi, harga bawang putih saat ini melejit hingga Rp 55 ribu per kilogram dari sebelumnya yang dijual di kisaran harga Rp 30 ribu per kilogram. Kenaikan harga bawang putih ini akibat merebaknya virus corona di negara Cina. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Merebaknya virus corona di negara Cina juga berdampak pada naiknya harga bawang putih. Di pasar tradisional Banyuwangi, harga bawang putih saat ini melejit mencapai Rp 55 ribu per kilogramnya. Padahal seminggu lalu harganya hanya di kisaran Rp 30 ribu per kilogram, atau naik sekitar 90 persen.

Diprediksi, naiknya harga bawang putih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Sebab saat ini pemerintah membatasi impor bawang putih dari luar negeri masuk Indonesia khususnya dari Cina akibat merebaknya virus corona.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh pedagang bawang putih eceran di pasar tradisonal Banyuwangi lantaran banyak konsumen yang mengurangi pembeliannya. Jika biasanya konsumen membeli satu kilogram bawang putih, namun saat ini rata-rata hanya mampu membeli setengah kilogram, akibat harganya melonjak tinggi.

“Sepi sekarang jualan bawah putih. Harganya terus merangkak naik. Ini stoknya kan dari luar negeri, soalnya impor bawah putih lagi dibatasi, jadi harganya terus naik. Konsumen biasanya beli sekilo, tapi sekarang hanya seperempat sampai setengah kilo saja,” kata Haji Asro salah seorang pedagang di pasar tradisional Banyuwangi, Selasa (11/2/2020).

Baca juga:

Sementara itu, meski harga bawang putih mengalami kenaikan, namun tidak demikian dengan harga bawang merah. Harga bawang merah relatif stabil di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogramnya. Stabilnya harga bawang merah disebabkan pasokannya melimpah, dan tidak tergantung pada impor dari luar negeri.

“Bawang merah masih standar harganya, soalnya stok melimpah. Di Indonesia banyak yang tanam bawang merah,” tambah Asro.

Para pedagang maupun pengepul bawang putih berharap pemerintah memberikan solusi agar minimnya stok bawang putih segera teratasi. Selain itu, mereka juga berharap pemerintah tidak terlalu bergantung pada bawang impor.

“Ya kalau bisa jangan bergantung impor, agar kalau di luar negeri sedang ada masalah seperti sekarang ini ada virus corona, yang ada di Indonesia tidak terkena dampaknya. Kalau saja tidak tergantung impor bawang putih, harganya stabil,” pungkas Asro. (ful)