Kediri, ArahJatim.com – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Kediri resmi memasuki babak baru. Dalam musyawarah yang digelar di Aula RS SLG Kediri, Ahad (19/4/2026), Sulistyo Budi resmi ditetapkan sebagai Ketua IKA Unair Kediri masa bakti 2025-2030.
Menggantikan ketua demisioner Soehartono, Sulistyo Budi yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi PKS ini, membawa visi besar untuk memperkuat peran intelektual alumni Unair dalam pembangunan daerah.
Konsolidasi Data: Potensi 1.000 Pemikir di Kediri
Dalam wawancara perdananya usai ditetapkan, Sulistyo Budi menekankan bahwa langkah awal kepemimpinannya adalah pembenahan administrasi dan pendataan alumni secara riil (datafic).
”Langkah pertama adalah konsolidasi dan pendataan ulang yang lebih rapi. Saat ini, jumlah alumni Unair di Kediri diperkirakan lebih dari 1.000 orang. Mereka adalah para pemikir dan kaum terdidik yang memiliki potensi luar biasa bagi kemajuan Kediri,” ujar alumnus angkatan 1991 tersebut.
Menurutnya, sinergi internal harus tuntas sebelum melangkah ke program eksternal. “Kata kuncinya adalah sinergi. Pendataan harus final agar kita tahu kekuatan penuh kita ada di mana,” tambahnya.
Mitigasi Isu Lingkungan dan Kekeringan
Sejalan dengan amanat pusat dan wilayah agar IKA Unair memberikan dampak nyata, Sulistyo menyoroti beberapa isu krusial di Kediri, mulai dari masalah sampah hingga krisis sumber mata air. Ia terinspirasi dari keberhasilan IKA Unair Tulungagung yang sukses berkontribusi dalam penanganan kekeringan secara nasional.
”Kami akan melakukan mitigasi terhadap persoalan masyarakat. Fokus kami ke depan adalah isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan berkurangnya sumber air. Kami juga akan memantau daerah pelosok seperti di wilayah Plosoklaten yang sempat terdampak kekeringan,” jelas Sulistyo.
Dengan slogan baru “Mapan dan Berbudaya”, IKA Unair Kediri berkomitmen hadir sebagai pemberi solusi (problem solver) melalui kolaborasi lintas sektor, baik publik maupun privat.
Warisan Fondasi dan Harapan Baru
Sementara itu, Ketua IKA Unair Kediri periode sebelumnya, Soehartono, optimis di bawah kepemimpinan Sulistyo Budi, organisasi ini akan jauh lebih progresif. Ia menyebutkan bahwa pada periode pertama, fokus utama adalah memperkenalkan eksistensi IKA Unair ke publik Kediri.
”Hampir semua Kepala Rumah Sakit dan beberapa Kepala Dinas di Kediri adalah alumni Unair. Ini potensi spesial. Saya yakin Pak Sulistyo dengan jaringannya yang luas sebagai anggota dewan, akan mampu mengoptimalkan kontribusi alumni,” kata Soehartono.
Ia juga menyarankan agar pengurus baru rutin menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan pakar-pakar dari internal alumni untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagi Pemerintah Kota maupun Kabupaten Kediri.
Fokus Sektor Kesehatan
Mengingat reputasi kuat Universitas Airlangga di bidang kedokteran, pengurus baru juga akan memperkuat peran para alumni yang mendominasi sektor kesehatan di Kediri. Keberadaan para tenaga medis handal ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Pertemuan di Aula RS SLG ini ditutup dengan semangat kolaborasi untuk menjadikan IKA Unair Kediri sebagai wadah intelektual yang tidak hanya besar secara kuantitas, tapi juga bermakna secara kualitas. (das)










