Antisipasi Merebaknya Virus Corona, RSUD Wlingi Siapkan 13 Ruang Isolasi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49458201371_2cb1fbb4b5_b.jpg
Petugas mengenakan baju proteksi berdiri di depan ruangan isolasi. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Antisipasi merebaknya virus Corona, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Blitar menyiapkan 13 ruang isolasi. Total ada 13 ruang isolasi, delapan ruangan khusus isolasi rawat inap dewasa, dua ruang isolasi anak, dua ruangan di ICU untuk pasien yang membutuhkan penanganan khusus, dan satu ruang di UGD.

“Sarana mulai dari IGD ada tempat penerimaan khusus. Kalau kondisinya memang membutuhkan penanganan khusus akan dirawat di ruang isolasi ICU. Tapi kalau kondisinya masih memungkinkan cukup dirawat di ruang isolasi biasa,” ungkap Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Endah Woro Utami, Selasa (28/1/2020).

Selain menyiapkan ruang isolasi, RSUD Ngudi Waluyo juga membentuk tim khusus. Tim khusus ini terdiri dari 20 orang dan diketuai dokter spesialis paru Didik Purbandiono.

“Kita menyiapkan mulai pencegahan sampai penanganan. Mulai dari alat pelindung diri (APD) yang sudah memenuhi standar hingga tim yang sudah terlatih. Yang terpenting seberapapun kemungkinan virus Corona ini terdeteksi di wilayah Blitar kami siap,” tegas Woro.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami. (Foto: arahjatim.com/mua)

RSUD Ngudi Waluyo memiliki kewenangan menangani pasien selama masih berstatus suspect Corona. Namun secara regulasi begitu hasil laboratorium menyatakan positif, pasien harus segera dikirim ke rumah sakit rujukan yang ditunjuk Pemprov Jatim.

“Kalau masih suspect dan terbukti negatif kita masih berkewenangan menangani. Tapi kalau hasil lab terbukti positif kita harus segera merujuk dengan catatan kondisi pasien masih kuat untuk dirujuk. Kalau dari Blitar rujukan terdeket rumah sakit yang ditunjuk Pemprov Jatim ada di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak bisa mengukur di level mana kerawanan virus Corona masuk ke wilayah Blitar. Namun Kabupaten Blitar masuk wilayah beresiko karena merupakan kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan negara tujuan Hongkong dan Taiwan.

“Kita tidak bisa mengukur di level berapa kerawanan virus Corona masuk di wilayah Blitar.  Tapi kita tergolong beresiko karena seperti diketahui Blitar adalah kantong TKI,” pungkasnya. (mua)