
Blitar, Arahjatim.com – Pementasan drama kolosal peristiwa pemberontakan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di kawasan monumen Peta Jalan Sudanco Soepriyadi Kota Blitar, Kamis (14/2/2019) malam berlangsung meriah.
Pementasan drama kolosal itu rutin diselenggarakan tiap tahun setiap tanggal 14 Februari. Kali ini, drama kolosal mengambil tema Api Revolusi di Bumi Pertiwi. Tema api revolusi ini untuk menggambarkan semangat bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Api revolusi itu sebenarnya juga datang dari Blitar,” ujar kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar sekaligus panita pementasan drama kolosal pemberontakan tentara PETA, Triman Prasetyono.
Acara ini untuk memperingati peristiwa perjuangan tentara Peta yang dipimpin Sudanco Supriyadi mengusur penjajah Jepang di Blitar pada 14 Februari 1945 silam.
Drama kolosal yang melibatkan 250 peserta dari siswa SMP dan SMA se-Kota Blitar itu memeragakan aksi heroik tentara Peta dalam melawan penjajah Jepang. Sebagian peserta beperan sebagai tentara Peta dan sebagian lagi berperan sebagai penjajah Jepang.
Baca juga :
- Uniknya Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Lewat Seni Budaya Wayang Kulit
- Fashion Barong, Mengemas Atraksi Wisata Kelud Berbalut Budaya Kediri
- Event Akbar Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2018 Resmi Digelar
Drama kolosal itu diawali dengan kedatangan tentara Jepang. Kedatangan tentara Jepang disambut meriah oleh masyarakat Indonesia. Jepang datang seakan sebagai saudara tua yang berhasil mengusir tentara sekutu di Indonesia. Tetapi, pada perjalanannya Jepang sama saja dengan tentara sekutu menjajah Indonesia.
Sudanco Supriyadi yang pada waktu itu menjadi komendan Peta di Blitar tidak terima. Dia bersama pasukannya berniat memberontak terhadap Jepang. Perjuangan Sudanco Supriyadi dan pasukannya melawan tentara Jepang ditampilkan secara heroik. Meski akhirnya Sudanco Supriyadi dan pasukannya kalah dalam peristiwa itu.
Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, dalam sambutannya mengatakan pementasan drama kolosal digelar tiap tahun untuk memperingati peristiwa pemberontakan tentara PETA. Pementasan drama kolosal ini untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada seluruh masyarakat Kota Blitar.
“Kami berharap para generasi muda mencontoh semangat nasionalisme para pejuang pendahulunya. Dan masyarakat Kota Blitar harus bangga dengan adanya peristiwa itu, terutama para generasi muda,” kata Santoso.
Dikatakannya, pementasan drama kolosal ini diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati peristiwa pemberontakan tentara Peta. Lewat pementasan drama kolosal ini dia berharap masyarakat terutama generasi muda selalu mengingat kegigihan para pejuang pendahulu dalam mengusir penjajah di tanah air. (adv.hms.mua)










