Operasi Tumpas Semeru, Polres Blitar Kota Tangkap 12 Tersangka Pengedar Narkoba

oleh -
Petugas Kepolisian Polres Blitar Kota menggiring 12 tersangka kasus peredaran narkoba hasil Ops Tumpas Narkoba Semeru 2020. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Polres Blitar Kota berhasil menangkap 12 tersangka kasus peredaran narkotika dalam Ops Tumpas Narkoba Semeru tahun 2020. Operasi berlangsung selama 10 hari, sejak 24 Agustus hingga 4 September 2020.

Di antara para tersangka, ada seorang perempuan bernama Arum Sari (26), warga Sananwetan, Kota Blitar. Janda beranak satu ini mengaku nekad mengedarkan narkotika jenis heximer dan pil dobel L sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan anaknya.

“Saya baru satu bulan ini mengedarkan. Ya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya dan anak saya, karena sudah tidak punya suami,” aku Arum, tersangka pengedar narkoba.

Dari tangan Arum yang merupakan residivis tahun 2017 dalam kasus pengeroyokan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 26 ribu butir pil heximer, 10.800 butir pil dobel L, serta uang tunai senilai Rp2 juta.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, total ada 12 tersangka yang ditangkap di tujuh TKP. Barang bukti secara keseluruhan di antaranya 27 paket sabu seberat 42,63 gram, pil dobel L sebanyak 87.800 butir, Heximer 26 ribu butir, dua buah timbangan digital, uang tunai Rp4,1 juta, dan 10 buah telepon genggam.

“Selain itu, kita juga menyita barang bukti (berupa) seribu (botol) lebih minuman keras oplosan yang beberapa waktu lalu sudah menewaskan tiga warga,” terang AKBP Leonard M Sinambela saat rilis di Kapolres Blitar Kota, Senin (7/9/2020).

AKBP Leonard menambahkan, menjelang Pilkada serentak, pihaknya sengaja menggalakkan Operasi Tumpas Semeru. Harapannya, situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat bisa terus kondusif.

“Jadi para tersangka ini dijerat dengan pasal 114 KUHP nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Leonard. (mua)