Gunakan AI, Dosen FIKK UNESA Latih Guru PJOK SD di Tulungagung Cegah Cedera Siswa

oleh -
oleh

Tulunggagung, ArahJatim.com – Cedera saat jam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sering kali menjadi momok tersendiri bagi guru maupun siswa di sekolah dasar. Guna mengantisipasi hal tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) turun langsung menggelar pelatihan khusus bagi puluhan guru olahraga di Tulungagung.

​Pelatihan yang berlangsung di SDN 7 Kampungdalem, Jl. Basuki Rahmad II No. 34, Tulungagung ini digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu, 17–18 Juli 2026. Fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi guru dalam pencegahan cedera dan teknik pemulihan otot pasca-aktivitas fisik. Menariknya, pelatihan kali ini juga mengintegrasikan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia olahraga sekolah.

Sentuhan Teknologi untuk Keamanan Olahraga Anak

​Ketua Tim PKM UNESA, Dr. Roy Januardi Irawan, M.Kes., mengungkapkan bahwa peran guru olahraga di tingkat SD sangat krusial. Pada usia anak-anak, aktivitas fisik yang salah atau kurangnya penanganan cedera yang tepat bisa berdampak panjang bagi tumbuh kembang mereka.

pasang iklan_rev3

​Oleh karena itu, dalam pelatihan ini, sebanyak 40 guru olahraga SD se-Kabupaten Tulungagung diajak untuk tidak hanya mengandalkan metode konvensional, melainkan juga mulai mengadopsi teknologi AI.

​”Teknologi Artificial Intelligence membuka peluang baru dalam pembelajaran PJOK. Melalui AI, guru-guru bisa merancang program pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu mencegah cedera secara lebih efektif dan terukur,” ujar Dr. Roy Januardi.

Dari Prinsip ‘PEACE & LOVE’ hingga Pemulihan Otot

​Dalam sesi praktik dan pematerian, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan taktis. Salah satunya adalah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan cedera pergelangan kaki menggunakan prinsip modern PEACE & LOVE (Protect, Elevate, Avoid anti-inflammatory modalities, Compress, Educate & Load, Optimism, Vascularisation, Exercise).

​Tidak hanya itu, para guru juga dilatih menyusun program pemulihan otot (recovery) pasca-aktivitas fisik berat, seperti teknik pendinginan yang benar setelah berlari. Semua rancangan program, mulai dari modul ajar, rubrik penilaian, hingga kuis interaktif mengenai pencegahan cedera, kini bisa diakselerasi dengan bantuan bank prompt AI yang diajarkan oleh tim UNESA.

Antusiasme Guru Sambut Era Digitalisasi PJOK

​Suasana di aula SDN 7 Kampungdalem tampak hidup. Sebanyak 40 guru SD yang hadir terlihat antusias mencoba langsung instruksi berbasis AI yang dipandu oleh tim ahli. Interaksi dua arah yang humanis membuat pelatihan yang biasanya dinilai kaku menjadi sangat cair dan interaktif.

​Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas pembelajaran olahraga di level sekolah dasar, khususnya di wilayah Tulungagung, dapat meningkat pesat. Guru tidak lagi gamang saat menghadapi insiden cedera ringan di lapangan, dan siswa pun bisa berolahraga dengan perasaan aman serta ceria.

​”Bersama AI, pembelajaran PJOK menjadi lebih aman, efektif, dan menyenangkan. Saatnya kita manfaatkan teknologi untuk generasi yang lebih sehat dan berprestasi,” pungkas Dr. Roy di akhir acara.

No More Posts Available.

No more pages to load.