Tugu REOG-GENDANG, Ketua DPRD Tulungagung : Tidak Sesuai Ekspektasi

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Setelah mendapatkan reaksi dan wacana masyarakat Tulungagung, terkait pendirian Tugu Aikon Reog Gendang, giliran tokoh masyarakat juga berpendapat. Salah satunya , ketua DPRD Tulungagung, Marsono S.Sos. Laki laki yang juga termasuk pegiat dan pecinta budaya itu, secara berkelakar, juga mengaku agak tidak sependapat, kalau tugu tersebut di namakan ikon tugu reog gendang. Pada awalnya, ketika ada wacana pendirian ” tetenger” di sekitar lokasi titik nol, dirinya sangat antusias dan menyambut senang. Tugu yang didirikan di perempatan TT , atau di jalan A.Yani, diharapkan bisa menjadi yang representatif, untuk pelengkap situasi kawasan titik nol kilometer di Tulungagung.

Pada saat lokasi tugu sudah selesai dibangun dengan dana CSR dari bank Jatim senilai kabarnya sekitar 350 juta rupiah, ternyata menimbulkan reaksi publik, yang beragam. Bahkan dari kondisinya , ada yang berpendapat , tugu itu bukan sebagai simbul tugu reog gendang, tetapi ada yang menyebut ” Tugu Kumplung”. Adapun alasanya macam macam.

Ketika ArahJatim.com, bersama beberapa media mewawancarai ketua DPRD Tulungagung terkait pendapatnya, Sabtu 25/3/2023 di kantornya, yang terjadi adalah suasana guyon dan saling tertawa.

arahjatim new community
arahjatim new community

” Ha ha ha , saya juga kaget, lho kok ndak sesuai ekspektasi. Saya sebenarnya berharap, tugu itu menggambarkan potensi dasar yang diambil dari unsur lokal yang menonjol. Ada bebrapa hal yang bisa digali. Tulungagung, terkenal akan batiknya, marmernya, tarinya, bahkan unsur kekinianya , yang sudah tergambar dari peradaban kota. Lha, terus ternyata diimplementasikan seperti itu, khan tidak sesuai ekspektasi, ha ha ha “, papar ketua DPRD dengan nada tertawa.

Ditambahkan, menurutnya, kalau masyarakat menyebut Tugu Kumplung ( kaleng ), itu juga tidak bisa disalahkan.

Seperti diketahui, untuk memberikan kesan jati diri kota, pemerintah daerah mendapatkan dana CSR yang kemudian dikelola dinas Lingkungan hidup, untuk membangun tugu, yang letaknya persis di selatan alon-alon kota Tulungagung.

Sependapat dengan penilaian masyarakat, salah seorang pemborong pembuat patung dari wilayah Campurdarat, yang tidak mau disebut namanya, menyatakan kalau modelnya seperti yang sudah terbangun itu, dengan biaya kisaran 350 juta, adalah hal yang luar biasa.

” Kalau model, dan ukuranya seperti tugu itu, walau dipilihkan bahan yang bagus, termasuk marmernya, angka 50 juta rupiah, sudah luar biasa. Jadi kalau model itu makan biaya sekitar 350 juta rupiah, ya entahlah…..masyarakat bisa berpendapat sendiri”.ujar Pak P L

Untuk memberikan bentuk klarifikasi terkait polemik pembangunan tugu Kumplung, sebutan sebagian pendapat masyarakat, tugu yang sebenarnya diberi nama tugu reog gendang itu, kepala Dinas LH, Drs Santoso, mengaku, apa yang dibangun itu sudah melalui bebrapa masukan, termasuk dari unsur kontraktor, seniman, budayawan dan tokoh- tokoh lainya, untuk pembuatan tugu reog gendang, sudah seperti perencanaan matang sebelumnya. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.