Sungguh Bejat! Bapak Ini Tega Nodai Anak Tirinya Yang Cacat Hingga Hamil

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49609252762_09e7f4ecfd_b.jpg
Sukarman (68), warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, tersangka pelaku penodaan anak tiri. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Dalam kurun waktu dua bulan, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil mengungkap tujuh kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan mengamankan tujuh tersangka. Namun ada satu yang menarik dari tujuh kasus tersebut, yaitu kasus persetubuhan yang dilakukan seorang bapak terhadap anak tirinya yang mengalami gangguan mental dan fisik.

Adalah Sukarman (68), warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, tersangka pelaku penodaan anak tiri tersebut. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus persetubuhan yang dilakukan tersangka Sukarman terhadap anak tirinya terjadi pada tanggal 5 Januari 2020. Korban yang mengalami cacat mental dan fisik tersebut disetubuhi oleh tersangka di rumahnya hingga empat kali.

“Yang menarik dari kasus ini adalah kasus persetubuhan yang dilakukan oleh tersangka warga Kecamatan Tegalsari. Di mana korban yang merupakan anak tiri tersangka mengalami cacat mental dan fisik tersebut disetubuhi hingga empat kali. Korban diiming-imingi uang oleh tersangka,” ucap Kapolresta kepada media, Senin (2/3/2020).

Baca juga:

Kapolresta menambahkan, selain mengiming-imingi uang kepada korban, dalam melancarkan aksi bejatnya tersangka juga berdalih ingin membersihkan air kencing korban. Karena korban sering mengompol di kasur saat tidur.

Untuk memuluskan aksinya, sang istri yang saat itu tidur bersama korban, disuruh pindah ke kamar lain terlebih dahulu. Pada saat sang istri pindah tempat tidur itulah tersangka dengan leluasa menyetubuhi korban.

Tidak tahan dengan perlakuan ayah tirinya, akhirnya korban yang dikabarkan sudah hamil empat bulan itu mengadukan perbuatan bejat tersangka kepada ibunya dengan menggunakan bahasa isyarat. Selanjutnya kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Tegalsari, dan polisi pun mengamankan tersangka.

“Selain iming-iming uang tersangka ini melakukan aksinya saat korban sedang tidur sama istrinya. Terus istrinya disuruh pindah tempat tidur karena korban ngompol, kasur akan dibersihi. Karena tidak tahan dengan perbuatan tersangka akhirnya korban memberitahukan kepada ibunya dengan bahasa isyarat,” tambah Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya, celana dalam dan baju milik korban, juga sprei. (Foto: arahjatim.com/ful)

Di hadapan polisi, kakek berusia 68 tahun tersebut mengaku melakukan aksi bejatnya karena di bawah sadar atau lupa ingatan. Selain itu, korban yang sering telanjang saat tidur juga membuat dirinya tergiur hingga menyetubuhi anak tirinya.

“Pada saat melakuakn itu saya lupa ingatan, gak sadar. Waktu itu saya baru pulang dari sawah malam-malam. Tahu-tahu di depan ada anak saya. Dia diam saja karena anak saya itu cacat, gak bisa bicara, mengidap polio. Anaknya sering ngompol, kalau tidur suka telanjang,” ucap Sukarman.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti, celana dalam, baju milik korban, dan sprei. AtasĀ  perbuatanya tersangka terancam Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan acaman kurungan minimal 5 tahun penjara.

“Ya sesuai dengan Undang-undang perlindungan anak, tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara,” pungkas Kapolresta. (ful)