17 Tahun Diperkosa, Wanita Asal Surabaya Baru Mengaku Jelang Pernikahan

oleh -

Surabaya, arahjatim.com – Selama kurang lebih 17 tahun, seorang pemuka agama di Surabaya tega melakukan tindak asusila terhadap wanita, IW (26). Tersangka tega menyetubuhi korban sejak korban masih berusia 9 tahun.

Perilkau tak bermoral tersebut akhirnya terbongkar ketika korban menolak upacara pernikahan secara agama di tempat tokoh agama yang menjadi tersangka tersebut.

Diketahui bahwa korban disetubuhi sejak usia 9 tahun. Namun, keluarga korban baru mengetahuinya ketika korban hendak melangsungkan pernikahan pada usia 26 tahun ketika sang anak menuturkan bahwa ia telah diperkosa sejak usia 9 tahun.

Lantaran tak terima dengan perilaku sang pemuka agama, pihak keluarga korban melaporkan HL ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpada (SPKT) Mapolda Jatim.

Pihak keluarga korban mendatangi SPKT Mapolda Jatim pada kamis (20/2/2020) kemarin, dengan nomor Polisi : LPB/155/II/2020/UM/SPKT. Hari Rabu tanggal 20 Februari 2020 pukul 14.00.

Perwakilan keluarga korban, Jeannie Latumahina menerangkan bahwa perbuatan HL terbongkar saat korban bersama pasangannya hendak melakukan proses pernikahan. Lazimnya sebuah proses sakral dalam tradisi agama yang mereka anut, bahwa proses sakral dalam pernikahan sepasang mempelai harus melibatkan seorang tokoh agama.

Saat kedua orang tua mempelai menyarankan agar IW dan calon suaminya dinikahkan oleh pemuka agama HL, ternyata mempelai perempuan menolak keras.

“orang tuanya meminta agar mereka dinikahkan di gereja pendeta ini, lah pada saat itu si anak memberontak, baru terungkap,” tuturnya saat ditemui awak media di depan SPKT Mapolda Jatim, senin (2/3/2020).

Dari penolakan itulah akhirnya terbongkar semua perilaku tersangka kepada korban selama ini. Jeannie mengatakan, pihak orang tua korban tidak mengetahui sama sekali perbuatan bejat HL kepada anaknya IW yang ternyata telah dilakukan sejak IW berusia 9 tahun.

“jadi, IW ini sejak usia 9 tahun di lecehkan sama dia, diperkosa, disegala macam, sampai pada saat anak ini mau menikah, nah, orang tuanya tidak tahu,” imbuhnya.

Setelah pelporan kasus tersebut, hingga kini pihak keluarga korban masih terus memantau perkembangan kasus yang sudah di tangan pihak Polda Jatim.

(fik)