Korban Pemerkosaan Tewas Bunuh Diri, Polres Bangkalan Belum Tangkap Pelaku

oleh -

Bangkalan, ArahJatim.com – Kasus pemerkosaan yang menimpa wanita usia 20 tahun asal Kecamatan Kokop, Bangkalan oleh tujuh pria tak dikenal hingga kini belum berhasil diungkap Polres Bangkalan. Hal itu mendapat perhatian aktivis Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK).

Aktivis mahasiswa asal Kokop mendesak Kapolres Bangkalan untuk tetap melanjutkan penyidikan hingga ke-7 pelaku dihukum sebagaimana mestinya. Meskipun korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya akibat depresi yang membuatnya nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

Hal itu dikatakan Ketua PMK, Samsul Hadi saat melakukan audiensi di Mapolres Bangkalan. Tujuannya tak lain untuk menindaklanjuti kasus pemerkosaan dan perampasan barang-barang milik korban. Hingga kini para pelaku belum berhasil diringkus polisi.

“Kedatangan kami ke sini tujuannya tak lain untuk meminta kasus pemerkosaan bergilir oleh tujuh pria yang menimpa salah satu warga Kokop. Yang mana korbannya sudah meninggal dunia tadi malam. Hal itu tidak lantas menjadi alasan kasus ini dihentikan akan tetapi harus tetap berlanjut hingga ke-7 pelakunya ditangkap,” kata Samsul Hadi, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya berdasarkan kajian yang dilakukan PMK, pelaku pantas dijerat pasal berlapis. Pasal 285 KUHP tentang kejahatan kesusilaan, Pasal 365 tentang pencurian, Pasal 351 tentang penganiayaan.

“Kami mendesak Polres Bangkalan untuk menetapkan tujuh pelaku tanpa kurang satupun serta menangkap semua pelaku selambat-lambatnya 7×24 jam. Serta Polres harus memberikan jaminan keamanan kepada keluarga korban. Sebab, sebelum korban meninggal dunia ada ancaman terhadapnya via telepon,” imbuh Samsul.

Sementara sepupu korban, Musli menuturkan bahwa korban merupakan anak ketiga dari empat bersaudara serta meninggalkan satu orang anak hasil dari perkawinannya dengan mantan suaminya yang kurang lebih sudah satu tahun bercerai.

“Dia anak ketiga dari empat bersaudara juga meninggalkan satu orang anak hasil dari perkawinannya yang sudah sekitar satu tahun bercerai,” tuturnya.

Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan, pada prinsipnya kedatangan PMK dalam rangka mendukung penuh Polres Bangkalan untuk segera menangkap ke-7 pelaku pemerkosaan.

Dirinya berkomitmen tidak akan memutus proses penyidikan serta akan berupaya maksimal mempercepat pengungkapan kasus ini.

“Dari tujuh pelaku, identitas tiga pelaku sudah kami kantongi dan ini masih berproses. Mohon doanya agar segera bisa diungkap,” jelas Rama.

Menurutnya kasus pemerkosaan yang menimpa warga Kokop tersebut dilaporkan ke Mapolres Bangkalan pada hari Minggu 28 Juni yang lalu, sehingga proses penyidikan baru berjalan tiga hari.

“Kita juga mengalami kendala (akibat) terbatasnya saksi, karena TKP yang di dalam hutan serta korban tidak mengenali pelaku. Akan tetapi kita tetap berupaya keras untuk mencari tiga alat bukti yang lain. Mengantongi tiga nama ini masih kita maksimalkan untuk segera kita tangkap,” tutup Rama.

 

Kronologi Kasus

Sebelumnya, kabar duka menimpa Mawar (nama samaran) gadis berusia 20 tahun asal Kecamatan Kokop Bangkalan yang meninggal dunia setelah diperkosa oleh tujuh pria sekaligus pada Sabtu 27 Juni 2020 dini hari yang lalu. Diduga lantaran frustrasi atas peristiwa yang menimpanya, korban mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara meminum obat pembersih lantai.

Korban ditemukan oleh keluarganya tidak sadarkan diri tergeletak di dapur rumahnya usai salat magrib. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya korban sempat dibawa ke bidan desa untuk diberikan pertolongan. Namun nahas, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Keluarga korban, Mahrus menceritakan kronologis kejadiannya. Usai salat magrib korban ditemukan tergeletak di dapur rumahnya. Dengan sigap korban dibawa ke bidan terdekat untuk diberi pertolongan.

“Habis magrib ditemukan tak sadarkan diri di dapur. Kami kira masih sempat ditolong, makanya dengan segera kami meminta bantuan untuk segera dilarikan ke bidan. Namun nahas nyawa korban sudah tidak bisa tertolong,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7).

Dirinya menduga bahwa korban meninggal dunia karena keracunan. Ada sesuatu yang diminum sehingga menyebabkan korban keracunan dan terenggut nyawanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kokop, Mutmainnah saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa korban pemerkosaan oleh tujuh pria tersebut sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Iya sudah meninggal dari rumah duka, saat dibawa ke puskesmas hanya divisum saja,” terangnya saat dihubungi secara terpisah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari Kepala Puskesmas (Kapus) Kokop, bahwa korban meninggal dunia setelah meminum cairan pembersih lantai.

“Korban meninggal setelah meminum cairan pembersih lantai, lalu keluarga membawanya ke bidan serta langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Saat dibawa ke puskesmas sekitar pukul 10.00 WIB sudah dalam kondisi meninggal,” jelas Mutmainnah.

Di lain pihak senada dengan Kapus Kokop, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Soebarnapraja menuturkan bahwa korban pemerkosaan asal Kokop tewas diduga karena bunuh diri di rumahnya.

“Korban diduga bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai. Tim inafis dan penyidik Satreskrim Polres telah melakukan olah TKP di rumah duka untuk memastikan lebih lanjut penyebab kematiannya,” tutur Agus.

Korban diperkosa oleh tujuh pria tak dikenal secara bergilir di semak-semak di dekat rumahnya saat hendak pulang sehabis belanja di toko modern terdekat.

Kejadian itu bermula saat Mawar dijemput dua teman laki-lakinya untuk berbelanja di toko modern. Usai berbelanja Mawar langsung diantar pulang kembali ke rumahnya oleh kedua temannya.

Namun nahas sesampainya di belakang masjid Desa Bungkeng, Mawar beserta kedua teman laki-lakinya dicegat tujuh pria tak dikenal dan sempat bertanya datang dari mana keluyuran malam-malam. Setelah dijawab oleh kedua teman Mawar, ketujuh pria tak dikenal tersebut membiarkan Mawar dan temannya pergi. Namun kepergian Mawar dibuntuti oleh ketujuh pria tersebut. Nahas saat tiba di dekat semak-semak Mawar kembali dicegat oleh ketujuh pria tersebut.

Saat dicegat untuk kedua kalinya tujuh pria tak dikenal tersebut sambil mengayunkan senjata tajam dan meminta Mawar diserahkan kepada mereka. Kedua teman Mawar tak berkutik dan memilih pergi.

Sejak saat itu, sekitar jam 01.00 WIB Mawar diperkosa secara bergilir oleh tujuh pria tak dikenal tersebut. Saat diperkosa Mawar berusaha memberontak namun usahanya sia-sia karena mulutnya disumbat dengan kain dan tangan serta kakinya dipegang. Tak habis di situ usaha Mawar, dia berusaha melarikan diri dengan alasan buang air kecil. Namun tetap gagal karena dijaga dengan ketat.

Setelah itu Mawar kembali diperkosa lagi oleh tujuh pria tak dikenal tersebut. Namun usahanya untuk melarikan diri belum sirna, sehingga dia beralasan dengan mau buang air besar. Saat itu Mawar tak dijaga sehingga berhasil melarikan diri dengan berlari pulang ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi tanpa mengenakan pakaian selembar pun.

Ketujuh pria tak dikenal tersebut sempat berusaha mencari Mawar, namun tidak ketemu. Mengatahui hal itu sontak keluarga Mawar langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Bangkalan, Minggu lalu. Namun hingga kini tak satupun pelaku berhasil diringkus polisi. (fat/rid/fm)