Sambut New Normal, PN Surabaya Tetap Gelar Sidang Secara Teleconference

oleh -
Kepala Humas PN Surabaya, Martin Ginting SH.,MH. (Dok.ist/junaedi)

Surabaya, Arahjatim.com – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memastikan belum mencabut kebijakan sidang teleconference (online) dalam perkara pidana. Mengingat wilayah Surabaya masih dikategorikan sebagai zona hitam dalam persebaran Covid-19.

Pernyataan tersebut diutarakan Humas PN Surabaya Martin Ginting, penerapan new normal yang digagas pemerintah, menurut Ginting belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. Untuk itu, persidangan kasus pidana akan tetap mnggunakan sistem sidang teleconference.

“Karena wabah corona di wilayah kota Surabaya belum seperti yang diharapkan oleh publik, dan statusnya masih zona hitam, sangat perlu untuk dikhawatirkan. Maka persidangan pidana tetap digelar secara online,” tegas Ginting, Selasa (10/6).

Selain itu, lanjut Ginting, ruang sidang online akan ditambah hingga lima ruangan agar pelayanan makin maksimal dan mengurangi penumpukan massa di gedung pengadilan.

“Bangku pengunjung di dalam ruang sidang akan dikurangi hingga 70 persen, agar social distance tetap terjaga untuk memutus mata rantai virus,” paparnya.

Menurut Ginting, pengadilan juga telah melakukan pengadaan alat disinfektan yang modern dan terpadu, agar pegawai pengadilan tetap terhindar dari virus.
Pihak Pengadilan dalam hal ini juga tetap membatasi pengunjung yang hendak masuk ke area pengadilan maupun ke ruangan persidangan.

Setiap hari, kata Ginting, selepas tuntas pelayanan maka seluruh bagian di dalam gedung pengadilan akan disemprot dengan disinfektan untuk membunuh virus yang mungkin dibawa oleh para pencari keadilan.

“Karena virus corona saat ini kita kenal dengan istilah OTG, orang tanpa gejala,” imbuhnya.

Ginting berharap, masyarakat bijak dan cerdik dalam hidup berdampingan dengan virus di saat new normal mulai diterapkan. Hal itu bukan berarti mengenyampingkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Pengunjung yang tidak mengindahkan protokol kesehatan saat masuk ke area pengadilan, akan ditegur, bahkan tak diizinkan masuk,” papar Ginting.

Sementara, untuk penerapan New Normal yang digagas pemerintah, Ginting menilai positif. Dalam artian, aktifitas ekonomi akan segera bergeliat kembali sehinga mencegah timbulnya resesi ekonomi yang berkepanjangan. [Jun/Sp].