94 Orang Positif Covid-19, 9 Orang Meninggal Dunia

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Pasien positif terpapar Corona Virus Desease (Covid-19) di kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan drastis. Ada tambahan 19 orang positif covid-19 per 9 Juni 2020. Sehingga jumlah penderita positif mencapai 94 orang. Dari jumlah tersebut, 15 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan 9 orang meninggal dunia. Adapun, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 31 Orang, 24 orang diantaranya meninggal dunia.

Lonjakan jumlah pasien tersebut merupakan hasil rangkaian dari pelaksanaan rapid tes secara massal dan pemeriksaan Swab bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) di tiga zona. Yang meliputi zona 1 kecamatan Bangkalan, Socah, Kamal, Burneh dan Arosbaya. Kemudian zona 2 meliputi kecamatan Kwanyar, Blega, Tragah, Labang, Tanah Merah, Galis, Modung. Serta zona 3 meliputi kecamatan Sepulu, Klampis, Geger, Kokop dan Tanjung Bumi.

Rangkaian tapid tes secara massal dan Swab bagi OTG di zona 1 yang bertempat di Balai Diklat Bangkalan diikuti 54 orang jumlah sasaran 48 diantaranya non reaktif 10 orang lainnya reaktif. Sementara hasil Swabnya 8 orang positif dan 2 orang negatif.

Sedangkan zona 2 yang bertempat di kantor Kecamatan Burneh diikuti 180 orang jumlah sasaran 147 diantaranya non reaktif dan 33 reaktif. Hasil Swabnya 10 orang positif dan 20 orang negatif, sementara 3 orang belum melanjutkan Swab.

Sementara di zona 3 diikuti 85 orang jumlah sasaran 81 non reaktif sedangkan 4 orang reaktif. Hasil Swabnya menunjukkan 1 orang positif dan 3 orang lainnya negatif. Sedangkan pelaksanaan rapid tes dan Swab lanjutan yang diselenggarakan di kantor Kecamatan Kamal diikuti 205 orang 180 non reaktif 25 reaktif sedangkan hasil Swabnya belum keluar.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Agus Zain mengatakan bahwa analisa durasi pasien Covid-19 yang meninggal dunia berdasarkan data durasi perawatan. Pada 41 kasus kematian pasien terkait Covid-19 selama Maret-Mei 2020 ditemukan sebanyak 90 persen, pasien meninggal dalam masa perawatan kurang dari 48 jam. Sedangkan yang meninggal dalam masa perawatan di atas 48 jam hanya 10 persen saja.

“Artinya, berdasarkan data RSUD Syamrabu Bangkalan per Mei 2020, pasien masuk rumah sakit dalam kondisi yang sudah terlambat secara medis sehingga menyebabkan kematian,” katanya.

Sehingga berdasarkan fakta tersebut, Bupati Bangkalan selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 bersama Forkopimda menyampaikan arahan kepada pelaksana gugus tugas serta jajaran petugas kesehatan supaya terus-menerus menyampaikan kepada masyarakat apabila dirasa ada keluhan untuk segera periksa ke dokter atau ke rumah sakit dengan segera.

“Bupati bersama Forkopimda juga mengingatkan bahwa seluruh elemen masyarakat punya kewajiban dan tanggung jawab dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas Agus.

Tak hanya itu, lanjutnya, Bupati beserta Forkopimda juga mengingatkan masyarakat meningkatkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker, mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer serta menerapkan anjuran pemerintah dalam menjaga jarak atau physical distancing.

Serta masyarakat diharapkan agar langsung mempercayai maraknya informasi di media sosial yang kontennya bertentangan dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Akan tetapi perlu juga mengkonfirmasi berita tersebut melalui media mainstream ataupun bertanya pada pihak yang berkompeten,” tutur Agus.

Dirinya juga menyikapi beberapa kasus penolakan oleh keluarga pasien yang meninggal dunia untuk mematuhi protokol pemakaman Covid-19 agar semua pihak lebih mengedepankan komunikasi agar diperoleh suatu pemahaman bersama.

“Kami meminta agar semua pihak lebih mengedepankan komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Karena dampaknya pada peningkatan kasus positif,” tutupnya.

Berikut daftar tambahan 19 pasien terkonfirmasi positif covid-19 update per 9 Juni 2020,

1. Tn.MR (80) pasien ke-76 asal Sukolilo Barat, Labang
2. Tn.S (53) pasien ke-77 asal Pasanggrahan Kwanyar
3. Tn.M (44) pasien ke-78 asal Ja’ah Tragah
4. Tn.CP (61) pasien ke-79 asal Telang Kamal
5. Tn.R (83) pasien ke-80 asal Poter Tanah Merah, ODP (Meninggal)
6. Ny.SA (31) pasien ke-81 asal Candi Sepulu
7. Ny.S (56) asal Sepulu
8. Tn.MA (62) pasien ke-83 asal Semampar Blega
9. Ny.H pasien ke-84 asal Gedungan Blega
10. Tn.An pasien ke-85 asal Gedungan Blega
11. Ny.RH (28) pasien ke-86 asal Pertempuran Bangkalan
12. Ny.M pasien ke-87 asal Pangeranan Bangkalan
13. Ny.YA (26) pasien ke-88 asal Pejagan Bangkalan
14. Tn.MS (33) pasien ke-89 asal Bancaran Bangkalan
15. Ny.WH (28) pasien ke-90 asalPangeranan Bangkalan
16. EM (39) pasien ke-91 asal Mlajah Bangkalan
17. Tn.H (50) pasien ke-92 asal Kemayoran Bangkalan
18. Tn.TS (33) pasien ke-93 asal Mlajah Bangkalan
19. Ny.SM (69) pasien ke-94 asal Salak Kamal, ODP (Meninggal). (fat/rd)