Dibujuk Rayakan Ulang Tahun, Ternyata Diculik

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Ulah Oke Ary Aprilianto bersama pasangan sirinya, Adnanyyun Hamida berbuntut panjang. Setelah keduanya sempat membuat geger warga Kota Surabaya beberapa waktu silam akibat menculik Nesa Alanna Karaissa alias Ara.

Kini perbuatan itu, harus mereka pertanggungjawabkan di dalam persidangan. Sidang yang dilakukan di ruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya itu menghadirkan Safrina bersama suaminya Tri Budi Prasetyo dan juga Ara. Turut serta istri sah terdakwa Oke. Yaitu Musrifah untuk menjadi saksi.

Dalam persidangan, Safrina mengutarakan jika saat itu ia merasa janggal lantaran Ara tak kunjung pulang saat Adzan Ashar berkumandang. Padahal sebelumnya Ara selalu pulang saat Adzan tiba.

“Kalau sudah Adzan Ashar Ara selalu pulang, dan kalau Zuhur anaknya selalu pulang untuk tidur siang. Tapi saat itu tidak ada, saya langsung mencarinya dan mendatangai rumah teman-temannya. Tapi Ara tidak ada,” ujar Safrina saat memberikan kesaksian di PN Surabaya, Kamis (17/6).

Setelah tak menemukan anaknya, Safrina langsung melaporkan ke polisi. Tepat pada Jumat (26/3) Adnanyyun terlebih dahulu ditangkap di rumahnya. Disusul suaminya yang juga ikut ditahan oleh polisi.

“Istrinya terlebih dahulu yang dibawa ke Polsek sebelum diserahkan ke Polrestabes Surabaya,” tambahnya.

Sementara itu, Musrifah membenarkan kalau saat itu, Ara dibawa ke rumahnya yang ada di Pasuruan. Dia sempat sempat menanyakan anak tersebut. Namun, terdakwa Oke mengaku kalau anak itu merupakan anaknya dari istri sebelumnya.

“Suami saya tidak cerita kalau itu bukan anaknya,” ungkapnya.

Setelah polisi datang ke rumahnya pada Sabtu (27/3), barulah dia mengetahui kalau itu bukan anak suaminya. Permasalahan bertambah saat ia mengetahui ternyata suaminya telah memiliki istri siri.

“Saya sama suami saya memang tidak punya anak. Saya baru tahu kalau suami saya telah memiliki istri selain saya,” tambahnya.

Sementara saat dimintai keterangan, Ara menyebut diajak untuk merayakan ulang tahun terdakwa sehingga tidak curiga ketika diajak ke Pasuruan.

Bocah perempuan tersebut tidak pernah tahu jika kemudian dirinya diculik dengan dibawa ke rumah Oke Ary Aprillianto di Pasuruan.

“Katanya Mama Ida (terdakwa Hamida) ulang tahun. Saya diajak,” ujar Ara saat memberikan keterangan sebagai saksi.

Jaksa penuntut umum Yusuf Akbar Amin dalam dakwaannya menyatakan, Ara diajak Hamida dan Oke ketika sedang bermain sendirian di depan masjid Jalan Karanggayam, tidak jauh dari rumahnya, pada Selasa (23/3) pukul 10.00. Hamida dan Oke memboncengkan Ara dengan sepeda motor. Keduanya sempat mengajak bocah itu makan bakso, lalu kembali ke rumah. Mereka berniat menukar sepeda motor sebelum membawa Ara ke Pasuruan.

Namun, hanya Oke yang membawa Ara ke rumahnya di Pasuruan. Hamida tidak ikut. Di sana Ara bersama Oke dan istrinya, Musrifah. “Hari Jumat saya menangis. Tidak pulang,” kata Ara.

Penculikan itu terjadi karena pertengkaran antara terdakwa Adnanyyun dan Safrina. Dalam pertengkaran itu juga terlibat anak terdakwa yaitu Nabila. Kejadian itu terjadi di Maret 2021. Pertengkaran itu didasarkan terkait permasalahan warisan rumah.

Pertengkaran itu lalu terdakwa menceritakan kepada suaminya yang juga sekarang ditahan di Polrestabes Surabaya. Terdakwa Adnanyyun ingin balas dendam akibat perbuatan Safrina. Mereka pun langsung merencanakan untuk membawa menculik Ara. Padahal, Safrina dan terdakwa Adnanyyun masih ada hubungan saudara.

Keesokan hari setelah pertengkaran itu yaitu Selasa (23/3) aksi tersebut dilakukan.

Walaupun, ia marah kepada kedua orang tua Ara, tapi anak tersebut diperlakukan dengan baik. Ia memperlakukan anak itu seperti anak sendiri. (aj1)

No More Posts Available.

No more pages to load.