Kesal, Kakek Suharso Nekat Bacok Kepala Tetangganya

oleh -
Suharso, Joke Widjajanti dan Sanny sewaktu memberikan kesaksian di PN Surabaya (Foto: Dok, Ist/Junaedi)

Surabaya, ArahJatim.com – Joke Widjajanti (72), korban pembacokan yang dilakukan Suharso (62), warga Jalan Maspati G 5, dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (11/6).

Selain Joke, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasan Efendi dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, juga menghadirkan Sanny (46) anak kandung Joke, yang juga mengaku sebagai korban aksi pembacokan yang dilakukan Suharso.

“Saya dibacok pakai parang. Kepala saya kena sabet, kemudian saya tangkis pakai tangan,” ujar Joke di ruang sidang PN Surabaya.

Akibat sabetan parang itu, Joke mengaku mendapat 8 jahitan di bagian kepala. Ia juga sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari dengan menghabiskan biaya sekitar 9 juta rupiah.

Baca juga : Email Kapolres Blitar Diretas Orang Tidak Bertanggung Jawab

Sementara, Sanny mengaku mendapat luka di bagian tangan. Ia mengaku menghabiskan biaya sebesar 3 juta untuk biaya pengobatan di rumah sakit.

Sebelum kejadian pembacokan itu, Sanny menceritakan bahwa terdakwa Suharso pernah dilaporkan oleh Joke ke polisi gara-gara barang jemurannya yg berupa kasur disiram dengan air selokan oleh Suharso.

“Sering gitu, kadang-kadang rumah dilempar sama batu,” kata Sanny.

Adapun demikian, keterangan Sanny itu dibantah oleh Suharso. Ia menyatakan tidak membacok Sanny dan hanya membacok Joke. Luka yang dialami Sanny menurut Suharso akibat terjatuh bukan akibat sabetan parang miliknya.

Baca juga : Sambut New Normal, PN Surabaya Tetap Gelar Sidang Secara Teleconference

Keterangan Sanny dianggap Suharso sebagai keterangan tidak benar di muka persidangan.

“Saya gak bacok dia (Sanny, red). Yang saya bacok ibunya. Kalau anaknya gak saya bacok pak,” kata Suharso di hadapan hakim ketua Martin Ginting.

Sedangkan aksi pembacokan yang ia lakukan pada Joke, diakuinya dan menyatakan bertanggung jawab atas perbuatannya itu.

“Saya bacok dua kali. Yang pertama bagian di belakang, yang kedua di kepala,” kata Suharso.

Baca juga : RSUD Bangkalan Habiskan Anggaran Rp 6,2 Miliar

Suharso kemudian menjelaskan alasan dia melakukan aksi keji itu. Kakek yang kesehariannya mengayuh becak itu mengaku kesal dengan keluarga Joke yang sering menjemur kasur busa, hasil produksinya di depan rumahnya.

“Saya kasih tau tetap aja kayak gitu. Saya kesel, itu dijemur di depan rumah saya pak hakim” kata Suharso.

Aksi pembacokan itu dilakukan Suharso pada awal Februari 2020. Setelah kejadian itu, Suharso ditangkap polisi. Perkara itu berlanjut ke pengadilan. Oleh JPU, Suharso dijerat dengan dakwaan melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.[Jun/Rd]