RSUD Bangkalan Habiskan Anggaran Rp 6,2 Miliar

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Jumlah pasien terkonfirmasi positif terpapar Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Bangkalan yang terdata per 10 Juni 2020 mencapai 104 orang dan meninggal dunia sebanyak 10 orang. Sedangkan dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 32 orang dan diketahui 25 orang meninggal.

Tentunya dalam penanganan pasien Covid-19 tersebut membutuhkan anggaran besar. Terlebih bagi pasien meninggal dunia membutuhkan biaya dalam pemulasaran, ambulance, biaya saat mengantar jenazah serta peti jenazah. Namun, rincian penggunaan anggaran covid-19 masih belum diketahui pasti. Sebab, pihak yang berwenang tak merinci soal anggaran.

Baca Juga : 94 Orang Positif Covid-19, 9 Orang Meninggal Dunia

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan, Dr Nunuk Kristiani saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya saat ini belum mengklaim dan belum bisa tahu dapat berapanya.

“Yang jelas kita setiap kali ada jenazah, mengeluarkan ambulance. Biaya untuk teman-teman saat mengantar jenazah menggunakan biaya sendiri seperti bensinnya,” katanya.

Baca Juga : Bupati Bangkalan Akhirnya Lantik Sekda Definitif

Untuk peti jenazahnya, lanjutnya, diklaimkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sedangkan BPJS tidak menanggung pasien, jika sudah terkonfirmasi Covid-19 ataupun PDP meskipun mempunyai kartu BPJS.

“Petinya saja sudah hampir Rp 1 juta belum kain kafan, ambulance dan sebagainya. Sedangkan dari pusat anggarannya sekitar Rp 3 jutaan lebih. Kalau kita yang ada saja, gak mikir yang lain,” imbuh Nunuk.

Sementara anggaran di RSUD selama pandemi Covid-19, Nunuk mengaku selama ini baru menyerap Rp 1,2 miliar dari refocussing anggaran.

“Kalau kemarin-kemarin kita menggunakan dana sendiri dari dana RSUD, dana BLUD dan dana JHT. Total keseluruhan sama alat-alatnya sekitar Rp 5 miliar. Termasuk dengan pengadaan mobil unit dan ventilator serta ruangan tekanan negatif itu kan pake anggaran juga,” tutur Nunuk. (fat/rd)