Dugaan Mark Up Anggaran Covid-19, Kalaska BPBD Pamekasan Resmi Dilaporkan

oleh -
FKMPP saat menyerahkan Berkas laporan temuannya ke pihak Kejaksaan untuk ditindaklanjuti. (Foto; Arah/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Kepala Pelaksana (KALAKSA) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Pamekasan oleh Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP) terhadap dugaan mark up anggaran, Selasa (03/11/2020).

Dugaan mark up anggaran pengadaan tandon kecil dalam program Penaggulangan Bencana Covid-19 dengan Pagu anggaran Rp 4.509.500.000.00 (Empat Milyar Lima Ratus Sembilan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) sebanyak 1.555 (Seribu Lima Ratus Lima Puluh Lima) unit tandon berikut Penyangganya, dan sudah terealisasi Rp 4.437.000.000.00 (Empat Milyar Empat Ratus Tiga Puluh Tujuh Juta Rupiah) sebanyak 1.530 (Seribu Lima Ratus Tiga Puluh) unit tandon.

“Kami mencium aroma korupsi anggaran pada pengadaan tandon dengan harga Rp 2.900.000 per unit dan terkesan asal-asalan sehingga membuat biaya menjadi mahal dari harga yang seharusnya, serta Ini terkesan hanya untuk bagi-bagi Kue Anggaran kepada pihak ketiga,” ucap Ketua Forum Kajian Mahasiswa dan Pemuda Pamekasan (FKMPP) Kabupaten Pamekasan, Umar Faruq.

“Sesuai Perpres 54 Tahun 2010 Pasal 6 Menghindari dan Mencegah Pemborosan Keuangan Negara Dalam Pengadan Barang dan Jasa maka kami laporkan ke Kejaksaan sekaligus menepati janji kami saat menggelar aksi demo sebelumnya di depan Kantor BPBD Pamekasan yang tidak ditemui oleh Kalaksa BPBD Pamekasan untuk mengklarifikasi dugaan tersebut,” paparnya.

Hingga kini FKMPP telah melayangkan laporan atas dugaan penggelembungan anggaran pengadaan tandon yang rencanananya digunakan untuk pencegahan Covid-19.

“Kami melaporkan semua temuan yang ada atas penggelembungan anggaran pengadaan tandon dalam pencegahan Covid-19. Alhamdulillah berkas laporan sudah kami serahkan. Kami menegaskan serta berkomitmen akan terus mengawal kasus ini sampai ke akar akarnya dan tinggal menunggu hasilnya,” imbunya. (ndra).