Pengusaha Beduk Alami Kenaikan Permintaan di Masa Pandemi

oleh -

Blitar, ArahJatim.com – Pandemi Covid 19 membuat hampir semua sektor usaha terdampak. Namun tidak dengan pengusaha Beduk, Anshori Baidlowi (53) warga Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar yang justru mengalami kenaikan pesanan. Usaha pembuatan Beduk dari limbah ini baru ditekuni oleh Anshori awal tahun 2019.

“Beduk buatan kita ini terbuat dari bahan limbah bambu ini sudah tersebar di kota-kota besar di Jawa Timur. Sebab Beduk dari limbah bambu lebih awet dan tahan dari serangan rayap,” kata Anshori Baidhowi, Pemilik Usaha Beduk dari limbah, Rabu (4/11/ 2020).

Sampai saat ini, lanjut Anshori, sudah ada 15 pekerja pembuat beduk yang mayoritas merupakan tetangganya. Beduk terbuat dari limbah serutan bambu, kemudian ditambahi lem sehingga menjadi partikel board.

Sementara prosesnya, serutan bambu dikeringkan sampai kandungan airnya nol persen, lalu dicampur dengan lem impor dan formula lain. Partikel board kemudian dimasukkan ke dalam cetakan dari stainless lalu dioven hingga menjadi Beduk.

“Kulit yang dibuat adalah dari kulit sapi. Kalau limbah serabut bambu ini, kita peroleh dari sisa pembuatan produk lain yang juga saya kerjakan, yaitu tusuk sate, sumpit, tusuk gigi, dan lain-lain,” jelasnya.

Ada beberapa ukuran beduk yang dibuatnya, mulai ukuran 140 x 180 centimeter, 100 x 150 centimeter, dan ukuran 80 x 120 centimeter. Selain mempunyai stok, pihaknya juga melayani pesanan. Di masa pandemi Covid-19, ternyata pesanan beduk justru meningkat.

“Mulai banyak pemesan itu saat bulan Ramadhan kemarin. Tidak hanya dari Blitar saja, tapi juga dari kota lain seperti Madura. Bahkan ada juga yang pesan itu dari Jawa Tengah dan Sumatera,” terangnya.

Anshori menambahkan, harga beduk bervariasi sesuai dengan ukuran. Mulai harga Rp 7,5 juta sampai Rp 55 juta. Dalam sehari, kalau ada pesanan mampu membuat 3 – 4 beduk. Namun jika sepi pesanan, bisa membuat 1 – 2 beduk.

“Kalau di masa pandemi ini, kita seminggu bisa membuat empat beduk, karena banyak pesanan. Semua proses pembuatan menggunakan alat mesin, sehingga lebih cepat,” pungkasnya. (mua)