Surabaya, ArahJatim.com – Peningkatan kinerja dicatat PT Terminal Teluk Lamong selama 2022 kemarin. Anak perusahaan PT Pelindo Petikemas itu mencatat angka kenaikan kapal yang bersandar dan arus barang.
Faruq Hidayat selaku Direktur Utama Terminal Teluk Lamong mengatakan peningkatan kinerja itu tentu menjadi hal positif untuk terus meningkatkan produktifitas serta layanan.
“Kami sangat bersyukur tahun 2022 ini dapat mencapai kinerja baik. Ini merupakan hasil dari berbagai strategi pemasaran dan langkah-langkah transformasi yang kami jalankan,” jelas Faruq Hidayat, Rabu (18/1).
Faruq menjelaskan, dari data yanh tercatat, kunjungan kapal Petikemas hingga akhir tahun 2022 kemarin menunjukkan grafik kenaikan sebesar 1,2% atau 1.338 unit dibanding periode yang sama pada tahun 2021 sebanyak 1.322 unit.
“Kenaikan kunjungan kapal disebabkan oleh adanya 5 service baru di tahun 2022, Service Inter-Dom SSD-SIN oleh Sukses Sindo Damai, Service Inter-Dom PUL-PKU oleh Pulau Laut Line, Service Internasional CIX oleh Meratus Line, Service ZCMA oleh Shanghai Zhonggu Logistics, dan Service Internasional SEA oleh PT Bahari Eka serta adanya tambahan kapal-kapal ad-hoc dari beberapa pelayaran yang sandar di TTL selama Tahun 2022,” bebernya.
Peningkatan kunjungan kapal Petikemas, kata Faruq, juga berimbas pada arus peningkatan petikemas. Dirinya menyebut arus petikemas Tahun 2022 sebesar 817.215 TEUs, naik sebesar 4,6% dibandingkan dengan periode yang sama Tahun 2021 yaitu sebesar 780.718 TEUs.
Pada segmen curah kering, kunjungan kapal curah kering Tahun 2022 tercatat 90 unit atau turun 10% dari jumlah kunjungan kapal curah kering Tahun 2021 sebanyak 100 unit.
Penurunan kunjungan kapal dipengaruhi oleh Terminal Teluk Lamong yang saat ini telah menjadi Single Port dibarengi dengan strategi optimalisasi rute yang dilakukan oleh beberapa cargo owner, sehingga tercatat arus muatan curah kering Terminal Teluk yang meningkat meski dengan jumlah kapal yang lebih sedikit.
“Arus curah kering Tahun 2022 tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,2% menjadi 3.354.006 Ton dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar 3.071.715 Ton,” katanya.
Meningkatnya arus curah kering ini selain karena adanya optimalisasi rute juga dikarenakan adanya peningkatan produksi beberapa cargo owner seiring dengan peningkatan kegiatan ekonomi pasca pandemic covid-19.
“Tentu saja pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras insan Terminal Teluk Lamong serta dukungan seluruh stakeholder. Kedepan kami akan terus meningkatkan produktifitas, kehandalan peralatan dan fasilitas dengan tetap mengedepankan safety” ungkap Faruq.
Terminal Teluk Lamong kata Faruq, kinerja ini akan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya mengingat saat ini kapasitas TTL masih sangat memadai untuk dapat memberikan pelayanan “just in time” yang menjadi solusi untuk pelayanan kapal dengan layanan langsung tambat tanpa waktu tunggu.







