Hujan Disertai Angin Kencang Landa Pamekasan, Pohon Tumbang Menutup Jalan dan Menimpa Rumah Warga

oleh -
Petugas BPBD, dibantu FRPB,TNI-Polri,Tagana, KSR PMI dan masyarakat saat memotong dan membersihkan pohon yang tumbang. (Foto: arahjatim.com/adv.ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang di Pamekasan menyebabkan sejumlah pohon tumbang hingga menutup jalan, Sabtu (30/1/2021). Sebagian bahkan ada yang menimpa rumah penduduk, seperti yang dialami warga Desa Blumbungan Kecamatan Larangan dan Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya, di media sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui PusdalOps telah memperingatkan masyarakat akan munculnya potensi cuaca buruk di Pamekasan sebagaimana informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hal ini dilakukan BPBD sebagai langkah antisipasi untuk meminimalisir dampak bencana. Para relawan BPBD juga sudah mempersiapkan diri dan peralatan guna mengantisipasi bencana.

PusdalOps BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, begitu menerima laporan dari masyarakat, pihaknya bersama relawan bergegas ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan.

“Setelah mendapatkan laporan kejadian pohon tumbang dari masyarakat, kami bersama para relawan langsung bergegas menuju TKP,” ujarnya.

Budi menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama sejumlah personel dari TNI, Polri, Tagana, FRPB, KSR PMI dan masyarakat melakukan pembersihan material di lokasi tumbangnya pohon. Dalam tempo kurang lebih dua jam, material pohon yang tumbang berhasil dibersihkan, sehingga aktivitas warga tidak terlalu terganggu. Sementara total kerugian akibat bencana ini masih dihitung pihak Desa Blumbungan.

Kades Blumbungan, Ferry Andrianto Alvin menjelaskan kerugian yang diderita warganya akibat bencana ini. Riskiyah (45) warga Sumber Batu, menderita kerugian lima juta rupiah akibat sepeda motor miliknya rusak berat akibat tertimpa pohon saat ia berbelanja di toko.

Kemudian, An Hasan Basri (51) warga Dusun Talagah, merugi hingga 20 juta rupiah akibat bagian depan dan bagian atas tokonya mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Desa Laden, seorang warga bernama Opik juga harus rela merogoh koceknya hingga 10 juta rupiah untuk memperbaiki rumahnya yang juga rusak akibat cuaca buruk ini. (adv/ndra)

No More Posts Available.

No more pages to load.