Rapatkan Barisan, Polisi-TNI Akan Turun Tangan Tertibkan Kerumunan Orang

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Banyuwangi kembali merapatkan barisan untuk menyamakan persepsi dalam upaya pencegahan penularan virus corona di Banyuwangi. Sejumlah poin penting dihasilkan dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Pemkab Banyuwangi tersebut.

Rakor terbatas yang yang berlangsung di Kantor Pemkab, Senin (23/3/2020) tersebut dihadiri Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, Kapolresta Kombes Arman Asmara Syarifudin, Dandim 0825 Letkol Eko Yuli Purwanto, Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, Ketua Pengadilan Negeri Saiful Arif, Kepala Kejaksaan Negeri M. Mikroj dan Ketua DPRD I Made Cahyana Negara.

Bupati Anas menjelaskan bahwa rakor ini untuk melakukan evaluasi langkah penanganan dari berbagai unsur terkait upaya pencegahan penyebaran virus corona. Mengingat, di lapangan masih banyak upaya pencegahan, khususnya masalah social distancing di kalangan masyarakat.

“Sebagian sudah berjalan dengan baik. Namun sebagian belum optimal. Ini disebabkan problem sosial ketimuran, misalnya selamatan, hajatan, dan lain-lain. Bukan sekedar perkara dibubarkan atau tidak. Ini perlu pendekatan khusus. Namun untuk kegiatan yang lain, seperti tempat olahraga, even budaya, sudah tidak dilaksanakan lagi,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa seluruh unsur Forpimda telah bergerak untuk melakukan sosialisasi hingga ke lini bawah. Unsur babinsa dan babinkamtibmas, bersama petugas kesehatan dan aparat kecamatan hingga kelurahan telah turun selama satu pekan terakhir mengkampanyekan social distancing hingga pola hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Kami semua terus mengoptimalkan upaya untuk memahamkan warga. Kami juga akan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa mengajak umatnya mengikuti protokol pencegahan yang telah ada,” kata Anas.

Anas juga meminta dukungan forpimda agar setiap tempat usaha di Banyuwangi baik skala industri maupun usaha retail daerah bisa menerapkan social distancing dan menyediakan fasilitas cuci tangan atau hand sanitizer. Anas pun meminta pihak yang tidak menyediakan fasilitas tersebut, bisa ditutup usahanya.

“Sudah kami imbau sejak seminggu yang lalu, kali ini kami ingatkan lagi. Bila tidak dilakukan, bukan tidak mungkin kami akan menutup usahanya hingga mereka mau menyediakan fasilitas tersebut. Ini demi keselamatan kita bersama,” kata Anas.

Langkah ini mendapat dukungan dari Ketua DPRD Banyuwangi. Made meminta pemkab bertindak tegas terhadap tempat usaha yang tidak memenuhi prosedur operasional standar (SOP) untuk mencegah penularan corona.

“Kalau tidak menyediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan untuk pengunjung, harus ditindak tegas. Hal yang sama juga perlu dilakukan pabrik atau perusahaan, harus ada fasilitas sabun untuk cuci tangan untuk karyawan. Pasar modern atau tempat usaha lain yang tidak memenuhi SOP itu bisa ditindak tegas, diberi peringatan keras atau ditutup sementara,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Kombes Arman mengatakan bahwa pihaknya sudah tidak lagi mengeluarkan izin keramaian sejak 16 Maret 2020 lalu. Pihaknya bersama unsur Forpimda yang lain terus mengimbau masyarakat agar kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau keramaian diimbau untuk ditiadakan atau ditunda.

“Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolri untuk penerapan SOP di lapangan terkait pencegahan penyebaran Virus Covid 19, karena ini adalah masalah yang sangat serius. Kalau masih ada yang nekad melakukan pengumpulan massa, kami akan panggil penyelenggaranya langsung,” kata Kapolresta.

Tak ketinggalan, Danlanal Letkol Laut (P) Yulius mengatakan pihaknya terus memantau kapal-kapal yang berlabuh di perairan Banyuwangi.

“Kami minta sementara waktu awak kapal yang masuk perairan Banyuwangi tidak turun. Kalaupun terpaksa turun, harus melakukan laporan berkala agar terpantau kondisi tubuhnya,” ujar Letkol Azz Zaenal.

Sedangkan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Eko Yuli menambahkan bahwa sosialisasi door-to-door untuk di wilayah pedesaan dirasa lebih efektif.

“Kami siap melakukan door-to-door bersama tiga pilar, yakni babinsa babinkamtibmas dan desa. Estimasi kami, dalam satu hari tim bisa menjangkau delapan KK maka dalam satu minggu sudah bisa menjangkau ribuan keluarga,” kata Letkol Eko. (adv.hmsbwi/ful)