Bupati Blitar Gelar Rakor Virtual Penanganan Buruh Pekerja Migran Indonesia

oleh -
Bupati Blitar saat memimpin rakor penanganan buruh Pekerja Migran Indonesia. (Foto: arahJatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Mengantisipasi semakin banyaknya PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang pulang ke tanah kelahirannya, pemerintah memberlakukan SOP Pencegahan Covid-19 dengan ketat.

Bupati Blitar Rini Syarifah didampingi Forkopimda, Pj. Sekda Kabupaten Blitar dan Tim Satgas Covid-19 melaksanakan rapat koordinasi secara virtual dengan Camat dan Kepala Desa/Kelurahan di Pendopo Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar, Minggu (9/5/2021).

“Kami mengimbau kepada pimpinan di tiap wilayah, untuk menerapkan SOP Protokol Kesehatan, bilamana PMI yang telah selesai dikarantina tingkat Kabupaten agar dikarantina atau isolasi mandiri di Desa/Kelurahan selama 14 hari. Tentunya biaya untuk karantina ditanggung secara mandiri. Ini berlaku untuk warga masyarakat yang ketahuan mudik,” terang Rini Syarifah Bupati Blitar.

Orang nomor satu di Pemkab Blitar inimenambahkan, meskipun sudah dinyatakan bebas Covid-19 dari Kabupaten, tidak menutup kemungkinan para PMI bisa tertular, karena masa inkubasi virus cukup lama. Apalagi ada varian baru virus Corona yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itu penerapan protokol kesehatan 5M secara disiplin dilaksanakan untuk mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktivitas sesuai arahan Presiden RI untuk tertib melaksanakan protokol kesehatan untuk mengurangi lonjakan pasien positif Covid-19. Untuk Camat dan Kepala Desa/Kelurahan,” tambah Bupati Rini.

Bupati juga berharap, agar SE Bupati yang telah diedarkan terkait penanganan PMI dan Larangan Mudik serta menertibkan kembali protokol kesehatan di wilayah yang sudah mulai kendor.

“Mari kita semua menyamakan persepsi dan satu tujuan bersama untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar, agar segera berakhir,” pungkas Bupati Rini. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.