Mas Bup Dhito Launching Layanan e-Retribusi di Pasar Tradisional

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah kabupaten Kediri mendorong peningkatan transaksi digital di pasar tradisional dengan meluncurkan layanan e-Retribusi.

Dilaunching di pasar induk Pare, hari Ahad (9/5/2021) layanan e-Retribusi merupakan bagian dari implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Indonesia untuk mendorong perkembangan ekonomi digital.

“Dalam kerangka Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). digitalisasi terus dikembangkan untuk meningkatkan transparansi pendapatan asli daerah. Awal Juni kita transaksi di atas satu juta harus transfer tidak boleh cash. (digitalisasi) tentu akan meningkatkan investasi dan pelayanan pemerintah kepada publik, ” kata Mas Bup dalam sambutannya.

pasang iklan_rev3

Berbasis pada Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), layanan e-Retribusi juga telah diaplikasikan di Pasar Induk Papar, dan nantinya juga akan diterapkan di tiga pasar lain yakni di Pasar Kandangan, Pasar Keras, dan pasar Gringging.

Mas Bup mengungkapkan platform QRIS tidak hanya lebih transparan tapi juga lebih aman, dan mampu mencegah penularan COVID-19 karena tidak menggunakan sentuhan tangan.

”Di tengah pandemi kita mengurangi sentuhan atau contactless. Karena media penularan cukup tinggi adalah melalui transaksi uang, uang dipegang banyak orang disitu bakteri muncul. QRIS juga lebih cepat dan transparan, ” kata Mas Bup.

Turut hadir dalam kesempatan peluncuran layanan e-Retribusi Kepala BI Perwakilan Kediri Sofwan Kurnia. Dengan kehadiran e-Retribusi di sejumlah pasar Kabupaten Kediri diharapkan para pedagang bisa membantu perkembangan ekonomi digital di tanah air.

”Mudah mudahan dengan proses digitalisasi ini kedepan kita melihat ekonomi digital meski pedagang masih tradisional. Teknologi yang digunakan juga memudahkan. Lancar 7×24 jam, ” ujar Sofwan Kurnia. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.