Wisata Bangsring Underwater Ditutup, Nelayan dan Pengelola Lakukan Ini

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Seluruh destinasi wisata di Banyuwangi ditutup total sejak tanggal 18 hingga 29 Maret mendatang. Tak terkecuali tempat wisata bahari Bangsring Underwater yang ada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini. Aktivitas pengunjung yang biasanya ramai melakukan snorkeling maupun diving di dasar laut untuk sementara waktu tidak diperbolehkan.

Penutupan tempat wisata dilakukan sebagai langkah untuk menghindari banyaknya kerumunan warga dalam mencegah penyebaran virus corona. Meski ditutup dari kunjungan wisata, namun nelayan dan pengelola Bangsring Underwater tak berdiam diri.

Beberapa nelayan tetap melakukan aktivitasnya menjaga ekosistem laut dengan melakukan bersih-bersih pantai maupun membersihkan terumbu karang di kawasan konservasi dari lumpur dan sampah yang ada di dasar laut.

Dengan melakukan penyelaman, dua nelayan dari kelompok Samudra Bakti memeriksa satu persatu terumbu karang di dasar laut. Beberapa terumbu karang yang mulai tertutup lumpur langsung dibersihkan dengan cara ditepuk-tepuk agar lumpur yang mulai mengendap bisa segera hilang

Baca juga:

Selain itu, sampah plastik yang menempel di terumbu karang yang ditanam oleh nelayan setempat juga turut dibersihi dengan cara diambil untuk kemudian diangkat ke permukaan laut. Aktivitas bersih-bersih terumbu karang tetap dilakukan agar ekosistem laut di kawasan konservasi di perairan Selat Bali tetap terjaga dan terawat.

“Ya beginilah aktivitas kami, agar ekosistem tetap terjaga kita lakukan bersih-bersih terumbu karang. Kita juga bersih-bersih pantai dari sampah. Kita lakukan secara berkala paling dua orang atau tiga orang setiap harinya,” ujar Yanto, salah satu penyelam Bangsring Underwater.

Sementara, dampak yang pasti akibat adanya penutupan, pendapatan pengelola wisata otomatis mengalami penurunan drastis. Meski begitu, pihak pengelola menyadari bahwa langkah penutupan ini demi kebaikan bersama agar penyebaran virus corona yang semakin mewabah tidak kian meluas.

“Yang pasti menurun 100 persen lah omsetnya. Tapi ini kebijakan yang harus kita ikuti demi kebaikan bersama. Kita juga lakukan penyemprotan dengan disinfektan selagi tidak ada pengunjung. Untuk (kunjungan) wisatawan banyak yang kita cancel, mayoritas dari luar kota. Awalnya mereka kecewa, tapi setelah kita jelaskan akhirnya mereka memilih menunda dan akan kembali ke Bangsring Underwater jika kondisinya sudah kondusif,” jelas Ikhwan Arief, Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti.

Pihak pengelola berharap masyarakat khususnya para pengunjung bisa memahami kebijakan penutupan tempat wisata ini. Pihak pengelola mengimbau masyarakat luas untuk sementara waktu menunda kunjungan ke Bangsring Underwater ataupun ke tempat wisata lain di Banyuwangi hingga ada pemberitahuan dari pemerintah yang menyatakan keadaan telah kembali normal.

“Kami berharap masyarakat paham dengan penutupan tempat wisata, mematuhi arahan dari pemerintah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar rumah maupun berkumpul dengan banyak orang agar penyebaran virus corona bisa terhindarkan. Nanti kalau pemerintah sudah membuka kembali tempat wisata, monggo dipersilakan datang ke sini,” pungkas Akhwan Arif. (ful)