Pemkab Blitar Sangat Apresiasi Bantuan Sumur Bor Dari Pemerintah Pusat

oleh -
Perwakilan Kementerian ESDM dan pihak Pemkab berfoto di depan sumur bor. (Foto: ArahJatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Pemerintah Kabupaten Blitar menerima bantuan sumur bor dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bantuan sumur bor ke-8 ini diberikan kepada masyarakat di Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung. Bantuan tersebut rata-rata diberikan di kawasan Blitar Selatan,  yang langganan mengalami krisis air bersih dan juga langsung diresmikan oleh pihak Kementerian.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo melalui Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Blitar, Agus Santoso mengatakan, pembangunan sumur bor hanya dapat dilakukan oleh Kementerian ESDM. Terbukti bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk mengatasi krisis air bersih. Sedangkan Pemkab Blitar hanya mengusulkan dan mendukung penuh program ini.

“Jadi, saya memohon maaf karena Bupati dan Wakil Bupati Blitar belum bisa hadir pada kesempatan kali ini, namun yang pasti beliau mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada Kementerian ESDM atas bantuan yang telah diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama Blitar Selatan yang selama ini langganan alami krisis air bersih,” ujarnya.

Agus menambahkan, 8 desa di Kabupaten Blitar yang mendapat bantuan sumur bor sejak tahun 2007 hingga 2018 di antaranya Desa Wonotirto Kecamatan Wonotirto, Desa Salamrejo Kecamatan Binangun, Desa Sukorejo Kecamatan Wates, Desa Kaligambir Kecamatan Panggungrejo, Desa Ngemil Wonotirto, Desa Sumberkembar Kecamatan Binangun, Desa Binangun Kecamatan Binangun, dan Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung pada tahun 2018.

Baca juga :

“Yang berhak dan memiliki anggaran cukup besar untuk pembangunan sumur bor berada di Kementerian ESDM, sehingga setiap tahun kita mengusulkan bantuan ini, dimana masing-masing pembangunan sumur bor membutuhkan anggaran kurang lebih Rp 400 juta,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM Republik Indonesia, Agus Cahyono Adi mengatakan, penyerahan ini sebagai tanda jika sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018 ini, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penyerahan ini juga sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam.

“Beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya. Nah, maka bantuan sumur bor ini diharapkan tidak hanya bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi juga harus dirawat, dijaga dan dipelihara,” paparnya.

Dijelaskannya, sumur bor di Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar ini memiliki kedalaman 130 meter, debit air 1 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, serta dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter.

“Jadi sumur bor tersebut mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1.400 jiwa penduduk,” pungkasnya. (hms.mua)