Warga Desa Puhjajar Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Kepala Pusat Survey Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Dr. Ir. Eko Budi Lelono bersama Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM meresmikan sumur bor di Desa Puhjajar Kecamatan Papar. Peresmian sumur bor tersebut disambut suka cita oleh seluruh warga desa yang sekarang dapat mempergunakan sumur tersebut untuk kebutuhan sehari-hari khususnya minum dan memasak (1/2/2019).

Kepala Desa Puhjajar Suko Budi menjelaskan, sebenarnya desanya tidak kekurangan air, akan tetapi limbah dari banyaknya industri krupuk yang ada di desanya membuat air tanah tercemar. Dikhawatirkan kesehatan warga akan terganggu dengan banyaknya limbah tersebut. Selain limbah, warga Desa Puhjajar juga tak sedikit yang memelihara hewan ternak seperti lembu, kambing, bebek dan lain-lain. Oleh warga, kotoran dari ternak tersebut dibuang ke sungai sehingga kondisi air sungai di sini juga tercemar oleh kotoran ternak.

pasang iklan_rev3

“Alhamdulillah dengan dibangunnya sumur bor ini masyarakat menjadi sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” terangnya

Suko menambahkan setelah diresmikannya sumur bor tersebut, kebutuhan air bersih warga di dua dusun yaitu Dusun Puhjajar dan Dusun Santren yang jumlahnya sekitar 900 kepala keluarga dapat terpenuhi.

“Kemarin sudah sempat dicoba oleh warga untuk minum dan memasak,” tambahnya.

Baca juga :

Saat ini tangki tandon mampu menampung air hingga 5.500 liter, ke depannya nanti pihak Desa akan membuat tangki air yang lebih tinggi lagi dan langsung dialirkan ke rumah-rumah warga. Dalam sambutannya Kepala Pusat Geologi Kementerian ESDM RI, Dr. Ir. Eko Budi Lelono mengatakan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di Kementerian ESDM sudah dimulai sejak tahun 2000. Terhitung dari tahun 2005 sampai dengan 2018 sudah dibangun sebanyak 2.288 unit sumur bor dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa dari Sabang sampai Merauke.

“Sumur bor tahun 2018 di Kabupaten Kediri ada sebanyak 4 unit yaitu di Desa Puhjajar, Desa Papar, Desa Mlati, Desa Ploso”. Terangnya.

Spesifikasi dari sumur bor tersebut adalah memiliki kedalaman 100-125 meter, debit air rata-rata 2 liter/detik. Dilengkapi pula dengan sumbet listrik dari genset dengan kapasitas 10-15 KVA.

“Semoga permasalahan dalam hal air bersih di Indonesia khususnya Kabupaten Kediri segera dapat teratasi dengan baik,” harapnya.

Wakil Bupati Kediri Drs. H. Masykuri, MM dalam sambutannya mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga sumur ini agar dapat dimanfaatkan.

“Sumur bor ini sudah diserahterimakan kepada kita, jadi tolong dijaga dengan baik dan dirawat agar memiliki masa pakai yang lebih panjang. Harus dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kita harus menjaganya bersama-sama dengan cara meningkatkan rasa memiliki,” ungkapnya.

Peresmian sumur bor ini ditandai dengan pemotongan pita disaksikan oleh warga sekitar. Hadir juga pada acara tersebut Plt. Bupati Tulungagung Drs. Marwoto Birowo, MM. (Kominfo)

No More Posts Available.

No more pages to load.