Tiga Menteri Resmikan Jembatan Wijaya Kusuma Kediri

oleh -
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmikan jembatan Wijaya Kusuma di Kabupaten Kediri (Foto:Arahjatim.com/das)

Kediri, Arahjatim.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekertaris Kabinet, Pramono Anung, serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmikan jembatan Wijaya Kusuma di Kabupaten Kediri.

Jembatan Wijaya Kusuma merupakan jembatan yang menghubungkan antara dua wilayah kecamatan di Kabupaten Kediri, yaitu barat sungai Kecamatan Ngadiluwih dan timur sungai Kecamatan Mojo. Jembatan memiliki panjang bentang 182,84 meter (m), lebar 2 m bahu jalan, 7 m jalan dan 2 m bahu jalan dengan pondasi, tiang pancang baja 600 m.

Pengerjaan jembatan diawasi Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan proyek digarap PT Dwi Mulyo Lestari dengan nilai kontrak Rp 32.772.820.000. Masa waktu pengerjaan 263 hari, dan groundbreaking jembatan dimulai pada bulan Mei 2017 lalu, sehingga jembatan selesai pada bulan dan 31 Desember 2017, namun karena penyesuaian jadwal peresmian, maka baru bulan ini peresmian bisa dilaksanakan.

Menurut Pramono, dengan diresmikannya jembatan ini, diharapkan dapat memudahkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Yang jelas dengan adanya jembatan ini diharapkan ekonomi juga akan semakin baik dan meningkat serta memudahkan transportasi antara barat dan timur sungai semakin mudah.

“Semoga dengan jembatan iniĀ  harga harga turun terutama produk pertanian di barat sungai, ke timur sungai, untuk pendidikan sekolah ke bagian timur karena sekolah banyak di timur sungai, juga mudah dan gampang.” Jelas Pramono Anung. Selasa, (29/5/2018).

Tak hanya memudahkan transportasi dan peningkatan nilai ekonomi namun ini juga sesuai dengan program nawacita Presiden Jokowi yang selalu di semua daerah diharapkan konektifitas dan infrastruktur dan menurunkan harga jual.

“Ini semua juga sesuai nawacita presiden Jokowi, guna memudahkan konektifitas dan infrastruktur akan menurunkan harga jual,” imbuh Pramono.

Saat disinggung dengan nama Wijaya Kusuma untuk jembatan, Pramono mengaku mendapat inspirasi dari bunga kesukaan orang tuanya dan ibunda dari Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

“Wijaya Kusuma itu kan bunga yang hanya mekar disaat malam hari, dan langka konon membawa keberuntungan juga. Sehingga semoga dengan adanya jembatan ini membawa berkah dan keberuntungan bagi warga Kabupaten Kediri,” pungkas politikus PDI Perjuangan ini.

Peresmian Jembatan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan umum dan Forkopimda Kabupaten Kediri seperti Bupati Haryanti dan suaminya Sutrisno, Kapolres Kediri Kota dan Kabupaten serta Dandim Kediri. Usai acara, ketiga menteri langsung meninggalkan lokasi untuk kembali ke Jakarta melalui pesawat di Madiun.(das)