Oknum Banpol Mengamuk Di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Kenapa?

oleh -
Avisha Firul Yusuf (29) oknum Banpol yang mengamuk dan merusak pos penjagaan saat diinterogasi petugas. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim – Tidak puas dengan sistem penjagaan di rumah dinas, seorang oknum Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol) Kota Blitar bernama Avisha Firul Yusuf (29) mengamuk dan merusak pos penjagaan. Tidak hanya itu, pelaku juga merusak lemari di dapur rumah dinas Walikota Blitar yang terletak di Jalan Soepriyadi Kota Blitar.

Kasubag Humas Pemkot Blitar, Gigih Mardana yang datang ke lokasi mengatakan, kaca pos penjagaan di rumah dinas Walikota Blitar memang pecah. Kaca pos penjagaan bagian selatan tepatnya yang pecah. Tapi, dia belum tahu apa penyebab pecahnya kaca pos penjagaan.

“Kami belum tahu penyebabnya, nanti biar polisi yang menjelaskan kronologi detailnya. Dan saya juga sudah cek ke dalam, tidak ada barang-barang di rumah dinas yang hilang ,” kata Gigih saat mengecek kondisi pos penjagaan di rumah dinas, Selasa (27/11/2018).

Pemkot Blitar sudah melaporkan peristiwa ini ke Polres Blitar Kota. Polisi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (tkp) di lokasi. Petugas Satpol PP yang piket di rumah dinas juga sedang dimintai keterangan oleh polisi.

Baca juga:

Tidak berselang lama, Satreskrim Polres Blitar Kota bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku perusakan pos penjagaan di rumah dinas Walikota Blitar. Berdasarkan keterangan petugas Satpol PP yang piket, pelaku sempat datang ke rumah dinas, Senin (26/11/2018) malam. Padahal, pelaku sedang lepas dinas. Ketika pelaku datang, hanya ada satu anggota Banpol Satpol PP yang berjaga di rumah dinas.

Inilah pos penjagaan rumah dinas Walikota Blitar yang dirusak tersangka. (Foto: arahjatim.com/mua)

“Kami interogasi, pelaku mengaku jika aksi nekatnya dipicu karena rasa tidak puas terhadap sistem penjagaan di rumah dinas yang dinilai amburadul,”terang Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.

Pelaku akan dijerat pasal 406 KUHP tentang perusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Polisi tidak menahan pelaku karena ancaman hukumannya di bawah 5 tahun. Tetapi, proses hukum terhadap pelaku tetap berlanjut.

“Kecuali dia melakukannya secara bersama-sama, kami bisa menahan pelaku,” tambah Heri.

Sekedar diketahui, kondisi rumah dinas Walikota Blitar kosong sejak juli 2018. Rumah dinas dikosongkan sejak Walikota Blitar nonaktif Moh. Samanhudi Anwar ditahan KPK. Tetapi, selama ini, rumah dinas tetap dijaga oleh petugas Satpol PP. (mua)