Klarifikasi Atas Viralnya Ujaran Seorang Ustaz Yang Berisi Kebencian

by -
Beredarnya video amatir berisi ujaran kebencian yang viral di media sosial ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan Kepolisian, (Selasa, 12/3/2019). (Foto: ArahJatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Beredarnya video amatir yang viral di media sosial diduga berisi ujaran kebencian yang menyudutkan salah satu Capres nomor urut 01 ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan Kepolisian, Selasa (12/3/2019).

Dalam video berdurasi sekitar 51 detik salah seorang Ustadz bernama Supriyanto warga Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi diduga menyebarkan isu jika pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden bakal akan ada pengesahan Undang-Undang Pelegalan Perzinahan.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ibu-ibu di halaman Masjid Al Ihsan Desa Kalibaru Wetan. Pria berpakaian gamis putih itu juga mengucapkan kalimat jika Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden negara Indonesia bakal hancur.

Baca juga :

”Sekarang ini pemerintah lagi menggodok undang-undang pelegalan perzinahan, kalau itu sampai lolos, hancur generasi kita. Maka dari itu mari kita berjuang kepada Allah mudah-mudahan paslon nomor dua akan diberikan kekuatan oleh Allah, aamiin ya robbal alamin. Mari kita ajak saudara kita, keluarga kita, baik yang mau atau yang tidak mau. Kalau tidak mau jangan dipaksa biar tidak jadi permasalahan. Saya rasa kita tetap berjuang untuk memenangkan paslon nomor dua dan mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wata`alla, aamiin ya robbal alamin,” ujar Ustaz Supriyanto dalam video yang diduga direkam oleh ibu-ibu itu.

Komisioner Bawaslu Kabupatan Banyuwangi, Anang Lukman yang ditemui ArahJatim.com di halaman Mapolres Banyuwangi pagi tadi menyatakan masih melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait adanya dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang viral di Media Sosial.

Mulai tadi malam hingga pagi petugas panwascam dan Polsek Kalibaru juga masih melakukan klarifikasi terhadap Ustaz dan mencari informasi di lokasi kejadian. Klarifikasi dilakukan untuk mengetahui kebenaran video tersebut. Selain itu, klarifikasi ini sebagai tahap awal dan menanggapi pelaporan masyarakat terkait dengan pelanggaran pemilu.

“Sudah ada pelaporan di Panwascam Kalibaru terkait video yang viral di media sosial, makanya kita sekarang akan melakukan koordinasi dengan polres,” ungkap Kordiv Penindakan Bawaslu Banyuwangj.

Sementara itu, Kapolsek Kalibaru AKP Jabar membenarkan adanya video viral itu yang direkam setelah salat Zuhur pada Sabtu (9/3/2019) itu. Saat itu beberapa jamaah dari masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Wetan meminta tausyiah dan doa. Dalam tausyiah itu kemudian muncul kalimat tersebut.

“Memang betul video itu direkam di halaman masjid. Kami masih mendalami, ” ungkap AKP Jabar.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini polisi melakukan pendekatan terhadap beberapa organisasi dan relawan lain agar tidak bertindak anarkis. Selain itu sang Ustaz bersama seorang yang terekam di video juga dibawa menuju Mapolres Banyuwangi. Hingga siang ini, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian terkait kasus tersebut. (ful)