Hendak Melapor, Korban Persekusi Dipingpong Polisi

oleh -

Ponorogo, ArahJatim.com -Niatnya melapor ke Polisi terkait anaknya yang dipersekusi oleh sejumlah orang, Kamaludin (43) warga Desa Munggu Kecamatan Bungkal, justru dipingpong.

Kejadiannya, Rabu (16/10) pagi, ia bermaksud melapor dan sebelumnya berkonsultasi ke Polsek Bungkal terkait kejadian yang menimpa Fauziam Azima (17) Senin siang kemarin. Oleh Polsek Bungkal, ia disarankan melapor ke Polsekta Ponorogo. Sesampai di Polsekta, oleh Kapolsekta AKP Bibin, ia disarankan melapor ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Baca juga:

Namun setelah sampai di unit PPA, korban dilimpahkan ke unit dua, yakni unit yang menangani kasus Fidusia. Lantaran unit dua sedang lepas piket, korbanpun disarankan datang lagi besok pagi untuk melapor.

“Kami diminta datang lagi besok pagi. Hari ini belum jadi melapor, katanya yang tugas sedang lepas piket,” kata Kamaludin ditemui di Sat Reskrim tadi siang.

Menurut keterangan korban, Selasa (15/10) sekitar pukul 10:30 korban Fauzian dengan mengendarai Honda Beat bermaksud ngopi. Baru saja turun dari motor ia didatangi dua orang tak dikenal yang langsung menanyakan surat-surat kendaraannya.

Setelah dijawab, termasuk nama orang tuanya, korban yang masih dibawah umur inipun diajak paksa ke kantor leasing (FIF) Jl. Ir. Juanda. Sesampai di kantor FIF, ia mengaku diajak ke lantai atas dan disodori surat untuk ditandatangani.

“Saya disuruh menandatangani surat, tapi saya tidak tahu surat apa,” tutur korban.

Bukan itu saja, korban juga mengaku selama di lantai atas ia yang sendirian dikerumuni sekitar tujuh orang dan dikatai macam-macam.

“Kamu gak malu, bapakmu tidak bayar hutang. Polonen ae bapakmu (hajar saja bapakmu),” ungkap korban menirukan ucapan orang-orang yang mengerumuninya.

Yang lebih disesalkan orang tua korban, setelah itu anaknya disuruh pulang begitu saja.

“Jadi anak saya ini disuruh pulang begitu saja. Padahal sebelumnya akan diantar lagi.” jelas Kamaludin.

Atas kejadian inilah, ia bermaksud melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Namun tadi siang tidak membuahkan hasil karena petugas di unit dua sedang lepas piket.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko, kepada wartawan usai salat Dzuhur mengaku belum bisa memberi keterangan sebelum ada pemeriksaan.

“Kita lihat saja nanti hasil pemeriksaannya bagaimana. Jadi saya belum bisa memberi keterangan soal ini.” katanya.

Sementara itu, Didik Hariyanto, SH, Ketua Bidang Polhukam Gema Jokowi Ponorogo Menyayangkan sikap Polri yang tidak langsung menerima laporan korban.

“Ada masyarakat hendak melapor kok disuruh menunda. Apa ini yang namanya pengayom dan pelindung masyarakat. Apalagi ini menyangkut kasus anak di bawah umur. Kalau seperti ini kami bisa melaporkan ke lembaga atau instansi di atasnya,” kata Didik.

Lebih lanjut Didik menjelaskan, kalaupun ada unsur Fidusia dalam kasus ini, Polisi tidak boleh mengabaikan kasus yang dialami anak di bawah umur.

“Lagi pula dalam Peraturan Kapolri No. 8 tahun 2011 sudah jelas leasing tidak dibenarkan melakukan penyitaan begitu saja. Kalau ini diabaikan, Polres Ponorogo sama saja mengabaikan Peraturan Kapolri tersebut,” jelas Didik kepada wartawan. (rib)