Cegah Penyakit DBD, Pemkot Blitar Deklarasikan Gertak Gugah DBD

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48912846648_5ee92e2790_b.jpg

Blitar, ArahJatim.com – Guna mencegah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang secara nasional jumlah penderita dan kematiannya cukup tinggi, Pemerintah Kota Blitar mendeklarasikan Gerakan Serentak Penanggulangan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (Gertak Gugah DBD) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Deklarasi ini dilakukan di Jalan Paku Buwono, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

Acara deklarasi ini dihadiri Plt Wali Kota Blitar Drs. Santoso M.Pd, Sekda Kota Blitar Rudi Widjanarko, lurah dan camat se-Kota Blitar, togatomas dan kader Jumantik.

Kelurahan Tanggung dipilih sebagai lokasi peluncuran Gertak Gugah DBD, karena daerah ini dijadikan sebagai pilot project pemberantasan DBD setelah sukses memberantas DBD dengan gerakan satu rumah satu jumantik.

Dalam sambutannya, Plt Wali Kota Blitar, Drs. Santoso mengatakan Gertak Gugah DBD merupakan program penting dari Dinas Kesehatan dalam pemberantasan DBD.

“Gertak Gugah DBD, adalah gerakan awal menyambut datangnya musim penghujan. Memantau dan membasmi jentik dilakukan sejak dini agar nanti ketika musim penghujan datang DBD tidak memakan korban jiwa,” terang Santoso.

Santoso menambahkan, saat ini ada dua Kelurahan di Kota Blitar yang dijadikan pilot project pemberantasan DBD, yakni Kelurahan Tanggung dan Kelurahan Karanglo. Dirinya berharap kesuksesan pemberantasan DBD di dua daerah ini bisa menular ke seluruh wilayah Kota Blitar.

“Satu rumah satu kader jumantik, tugasnya memantau jangan sampai setiap rumah itu berkembang jentik-jentik yang memunculkan penyakit demam berdarah. Kemudian pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan mendaur ulang barang-barang bekas yang ada. Karena Nyamuk Aides Aigypty itu berkembang di tempat-tempat air yang jernih, tempat-tempat air harus dikuras supaya nyamuk tidak berkembang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, M.Muchlis, menegaskan pihaknya akan seoptimal mungkin memberikan ilmu kepada masyarakat untuk pencegahan berkembangnya dan menularnya penyakit DBD. Dia pun menegaskan, agar masyarakat mau dan mampu melakukan Gertak Gugah DBD butuh sinergitas dari seluruh pihak.

“Masyarakat tahu memberantas DBD itu dari kami. Tapi kalau mau dan mampu itu dari stake holder mulai dari Pak Wali Kota, camat, lurah, ketua RW, ketua RT hingga kepala keluarga,” tegasnya.

Dijelaskannya, jumlah penderita DBD di Kota Blitar pada tahun ini mengalami penurunan drastis karena sepanjang tahun mengalami musim kemarau. Namun demikian antisipasi terus dilakukan karena diprediksi akhir tahun ini akan memasuki musim penghujan.

“Antisipasi kita salah satunya dengan kader satu rumah satu jumantik. Untuk memantau dan mengevaluasi kinerja mereka, kami kerja sama dengan RT, RW dan kecamatan,” pungkasnya. (adv.hms)

No More Posts Available.

No more pages to load.