Universitas Trunojoyo Madura Menjawab Tantangan Generasi Z Melalui Pendidikan

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48941837707_2590ff0c29_b.jpg

Bangkalan, ArahJatim.com – Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan masyarakat, bagaimana pendidikan mencetak karakter seseorang menjadi lebih baik dan berguna bagi masyarakat luas. Perkembangan zaman tentunya juga turut mempengaruhi kualitas pendidikan, karakter seseorang akibat lingkungan dan pesatnya perkembangan tekhnologi.

Dalam menjawab tantangan tersebut mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura memberikan wadah bagi elemen pendidikan yang dikemas dengan seminar nasional yang mengusung tema “menjawab tantangan generasi Z melalui pendidikan,” pada Senin (14/10/19) kemarin.

Baca Juga :

Acara tersebut menghadirkan tokoh pendidikan kawakan Suyoto selaku mantan Bupati Bojonegoro dan Ichwan Sumadi yang menjabat sebagai ketua PGRI Jawa timur.

Pada sesi penyampaian materi, Suyoto menuturkan bahwasanya masyarakat dan kaum terpelajar harus mempersiapkan diri dalam menyongsong era pendidikan yang baru dan lebih maju, agar nantinya dapat memajukan generasi saat ini dan generasi selanjutnya.

“Perjalanan kita akan dihadapkan pada situasi VUCA, yaitu Volatile, Uncertain, complaix, dan ambiguous. Situasi ini yang nantinya kita harus mempersiapkan diri dan selalu menjadi pembelajar,” paparnya.

Ia juga menambahkan, bahwasanya pendidikan bisa memberikan dampak dalam kehidupan manusia, perubahan tersebut meliputi perubahan cara hidup, cara bekerja, dan cara berhubungan dengan orang lain.

“Jika orang sadar pendidikan, ia akan berdampak pada cara bagaimana ia hidup, cara bagaimana ia bekerja, dan cara bagaimana ia bersosial. Itu dilakukan dengan efektif dan efisien, dan dapat berguna bagi orang lain,” tambahnya

Selain pemateri yang menyampaikan materinya, Gubernur BEM FIP, Nasirudin menuturkan jika generasi Z mudah terpengaruh dan turut serta menyebarkan berita hoax yang tidak dapat dipertanggung jawabkan sumbernya.

“Isu-isu yang tersebar di masyarakat baru-baru ini sangat tidak jelas sumbernya, dan kelemahan dari generasi kita mudah terpengaruh dengan berita-berita hoax tersebut, kalau begini kan bisa jadi berbahaya, karena menerima informasi secara parsial,” pungkasnya (fik)